Aksaraloka.com, LANDAK – Ketua Harian KONI Kalimantan Barat, Muhammad Saupi, menegaskan pentingnya pembinaan atlet berkelanjutan, penerapan sport science, dukungan anggaran, dan pembangunan infrastruktur olahraga sebagai kunci peningkatan prestasi olahraga di Kabupaten Landak.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) VI KONI Landak yang digelar di Aula Besar Kantor Bupati Landak, Selasa (9/6/2026).
Saupi yang hadir mewakili Ketua KONI Kalbar, Daud Yordan, menyampaikan apresiasi atas capaian olahraga Kabupaten Landak yang dalam beberapa tahun terakhir mampu konsisten berada di papan atas ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Barat.
Ia mengungkapkan, pada Porprov 2022 Landak berhasil menempati posisi runner up dengan raihan sekitar 74 medali emas, 73 medali perak, dan 67 medali perunggu.
“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bersama dan harus terus dipertahankan bahkan ditingkatkan pada masa mendatang,” ujarnya.
Menurut Saupi, langkah pertama yang harus menjadi perhatian pengurus KONI Landak ke depan adalah memperkuat pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Dengan wilayah Landak yang cukup luas, ia menilai masih banyak potensi atlet berbakat yang dapat ditemukan dan dikembangkan.
“Menjadi tugas pengurus KONI ke depan untuk mencari dan membina bibit-bibit unggul olahraga dari berbagai wilayah,” katanya.
Selain pembinaan atlet, Saupi juga menyoroti pentingnya penerapan sport science dalam sistem pembinaan olahraga modern.
Menurutnya, prestasi atlet saat ini tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik, tetapi juga dipengaruhi aspek gizi, kesehatan, hingga psikologis.
Ia menilai hal tersebut perlu menjadi perhatian serius agar atlet daerah mampu bersaing secara maksimal di level yang lebih tinggi.
Poin berikutnya yang disoroti Saupi adalah dukungan anggaran.
Ia mengakui keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan yang dihadapi organisasi olahraga, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Meski demikian, Saupi optimistis Landak memiliki peluang besar untuk memperkuat pendanaan olahraga melalui kolaborasi dengan sektor swasta dan perusahaan yang beroperasi di daerah, termasuk pemanfaatan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Landak memiliki banyak potensi sumber daya alam dan perusahaan. Ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung pembinaan olahraga,” ujarnya.
Terakhir, Saupi menekankan pentingnya pembangunan dan pemerataan infrastruktur olahraga.
Menurutnya, fasilitas olahraga yang memadai akan menjadi fondasi penting dalam proses pembinaan atlet sejak usia dini.
Ia berharap pembangunan sarana olahraga tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten, tetapi juga menjangkau kecamatan hingga desa-desa agar semakin banyak talenta olahraga yang muncul dari berbagai wilayah.
“Kalau infrastruktur olahraga semakin banyak hingga ke desa-desa, maka pembinaan atlet akan semakin berkembang dan prestasi olahraga Landak akan terus meningkat,” pungkasnya.











