Aksaraloka com, MEMPAWAH – Jutaan ekor ikan budidaya dalam keramba di Sungai Mempawah, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dilaporkan mati mendadak dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi para pembudidaya yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor perikanan air tawar.
Bupati Mempawah, Erlina, menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat.
Menurutnya, kematian massal ikan tersebut telah menimbulkan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi para pembudidaya.
“Pemerintah Kabupaten Mempawah turut prihatin dan berempati sedalam-dalamnya atas kerugian yang dialami para pembudidaya ikan keramba di Sungai Mempawah. Ini tentu menjadi pukulan berat bagi perekonomian masyarakat,” ujar Erlina.
Ia menjelaskan, ikan mas menjadi komoditas yang paling banyak terdampak karena lebih rentan terhadap perubahan kualitas air.
Sementara ikan nila dan lele masih memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap kondisi lingkungan perairan yang berubah.
Saat ini, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Mempawah telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan serta pendataan bersama para pemilik keramba.
Berdasarkan hasil pemantauan awal, kematian ikan diduga dipicu meningkatnya tingkat keasaman air sungai akibat faktor alam.
“Tim DPKPP terus berkoordinasi dengan para pembudidaya. Dugaan sementara, kejadian ini dipengaruhi meningkatnya keasaman air Sungai Mempawah,” katanya.
Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kabupaten Mempawah tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mengupayakan bantuan bibit ikan bagi masyarakat terdampak agar dapat kembali menjalankan usaha budidaya mereka.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah strategis guna mencegah kejadian serupa terulang.
Di antaranya membangun sistem peringatan dini melalui pemantauan kualitas air secara berkala, memperkuat pembinaan kepada pembudidaya, serta melakukan penataan zonasi keramba di sepanjang aliran Sungai Mempawah.
Pemkab Mempawah juga akan mendorong program pemulihan daerah aliran sungai (DAS) melalui pelestarian ekosistem dari hulu hingga hilir dengan melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas masyarakat.
Erlina menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat penting akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
“Peristiwa ini menunjukkan betapa bergantungnya kita pada daya dukung alam. Mari bersama-sama menjaga Sungai Mempawah dengan tidak membuang sampah maupun limbah ke sungai. Sungai yang sehat adalah urat nadi kehidupan dan perekonomian masyarakat,” pungkasnya.
Hingga kini, pemerintah masih melakukan pemantauan kondisi perairan dan menghitung total kerugian yang dialami para pembudidaya akibat kematian massal ikan tersebut.












