banner 468x60
Peristiwa

Final Piala Soeratin U-15 Kalbar Berujung Ricuh, PSSI Kalbar Pastikan Sidang Disiplin Digelar

×

Final Piala Soeratin U-15 Kalbar Berujung Ricuh, PSSI Kalbar Pastikan Sidang Disiplin Digelar

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Laga puncak Piala Soeratin U-15 Kalimantan Barat antara Kubu Raya United dan Gabsis Sambas di Stadion PSP Pontianak berlangsung panas dan diwarnai serangkaian kericuhan yang melibatkan pemain, ofisial, hingga oknum suporter. Insiden tersebut kini dipastikan akan diproses melalui sidang Panitia Disiplin (Pandis) PSSI Kalbar.

Kericuhan pertama pecah pada babak kedua saat Kubu Raya United telah unggul 2-0. Insiden bermula dari pelanggaran keras terhadap salah seorang pemain Kubu Raya United yang memicu adu dorong antarpemain di tengah lapangan.

Situasi semakin memanas ketika sejumlah pemain cadangan dari kedua tim ikut memasuki lapangan. Di saat bersamaan, beberapa oknum suporter nekat menjebol pembatas tribun dan berlari ke area pertandingan sehingga laga terpaksa dihentikan.

Petugas keamanan bersama panitia pelaksana bergerak cepat mengendalikan situasi dan mengamankan sejumlah orang yang terlibat. Setelah kondisi dinilai kondusif, pertandingan kembali dilanjutkan sekitar 20 menit kemudian.

Namun, ketegangan belum berakhir. Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, kericuhan kembali terjadi. Sejumlah pemain cadangan Gabsis Sambas diduga terpancing oleh selebrasi kemenangan Kubu Raya United hingga kembali terjadi pertikaian di tengah lapangan.

Panitia pelaksana bersama aparat keamanan kembali turun tangan untuk memisahkan kedua kubu sehingga situasi dapat dikendalikan.

Gesekan juga berlanjut di luar Stadion PSP. Meski panitia telah menerapkan sistem keluar bergilir bagi kedua tim dan pendukung untuk mengantisipasi bentrokan, keributan tetap terjadi di jalan depan stadion.

Sejumlah pendukung Kubu Raya United dilaporkan mengerumuni kendaraan yang membawa rombongan pemain Gabsis Sambas. Adu mulut pun tak terhindarkan hingga memicu pertikaian. Di sisi lain, sejumlah orang tua pemain Kubu Raya United mengaku anak-anak mereka sempat menjadi korban aksi anarkis saat melintas di dekat rombongan tim lawan.

Menanggapi rangkaian insiden tersebut, Wakil Sekretaris Umum PSSI Kalbar, Robby Najini, memastikan seluruh peristiwa yang terjadi pada partai final akan dibawa ke sidang Panitia Disiplin.

“Peristiwa pada laga final ini akan kami bawa ke sidang Panitia Disiplin untuk ditindaklanjuti,” ujar Robby di lokasi pertandingan.

PSSI Kalbar akan mengkaji laporan perangkat pertandingan, panitia pelaksana, serta unsur keamanan sebagai dasar pengambilan keputusan. Sidang disiplin tersebut diharapkan dapat mengungkap fakta secara menyeluruh sekaligus memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti melanggar regulasi kompetisi, sehingga kejadian serupa tidak kembali mencoreng pembinaan sepak bola usia muda di Kalimantan Barat.