PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak menjadi teladan dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, dan tertata.
Menurutnya, budaya menjaga kebersihan harus dimulai dari lingkungan kerja pemerintah sebelum mengajak masyarakat melakukan hal yang sama.
Ajakan itu disampaikan Edi saat mengikuti aksi nyata Gerakan Indonesia Asri Nasional yang dipusatkan di Taman Alun Kapuas, Jumat (10/7/2026).
“Melalui Gerakan Indonesia Asri ini, kita berharap Kota Pontianak semakin bersinar, bersih, ramah, aman, sehat, indah, dan tertata,” ujarnya.
Edi menilai gerakan tersebut sejalan dengan komitmen Pemkot Pontianak dalam membangun kota yang nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung. Meski kegiatan gotong royong telah rutin dilakukan, momentum Gerakan Indonesia Asri diharapkan semakin memperkuat budaya menjaga kebersihan.
Ia mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah agar menciptakan lingkungan kerja yang rapi dan nyaman. Penataan barang bekas, kebersihan halaman kantor hingga kerapian ruangan, menurutnya, masih perlu mendapat perhatian.
“Lingkungan kerja yang rapi dan bersih akan menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Kalau kita ingin mengajak warga menjaga kebersihan kota, tentu harus dimulai dari lingkungan kita sendiri,” katanya.
Edi menegaskan, menjaga kebersihan kota bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, pemangku kepentingan, RT/RW, hingga warga.
Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, Pontianak setiap akhir pekan maupun musim libur menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah. Karena itu, wajah kota harus tetap terjaga agar memberi kesan positif bagi para pengunjung.
“Kalau lingkungan kita bersih dan tertata, orang yang datang juga akan ikut menghargai dan menjaga kebersihan. Lingkungan yang baik akan membentuk kebiasaan yang baik pula,” tuturnya.
Untuk mendukung gerakan tersebut, Pemkot Pontianak setiap tahun mengalokasikan anggaran pengadaan sarana kebersihan, seperti sapu, cangkul, arit, gerobak, arko, kendaraan roda tiga (tosa), hingga tempat sampah. Edi meminta seluruh perangkat daerah dan wilayah memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal.
Selain itu, ia mendorong sekolah-sekolah mulai membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya. Sampah plastik, kertas, dan organik diharapkan dipisahkan sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
“Mudah-mudahan kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi momentum memperkuat budaya bersih di Kota Pontianak. Kota yang bersih, hijau, dan tertata akan membuat masyarakat lebih nyaman beraktivitas serta memberi kesan baik bagi setiap tamu yang datang,” pungkasnya.














