banner 468x60
Kalimantan Barat

Ekspidisi Merah Putih Rumah JurnalisxMypertamina, Sarah Bangga Jahit 1.000 Bendera Merah Putih untuk Perbatasan Indonesia

×

Ekspidisi Merah Putih Rumah JurnalisxMypertamina, Sarah Bangga Jahit 1.000 Bendera Merah Putih untuk Perbatasan Indonesia

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, semangat nasionalisme tak hanya dirasakan oleh para peserta Ekspedisi Merah Putih, tetapi juga para penjahit yang dipercaya mengerjakan 1.000 bendera Merah Putih yang akan dikibarkan di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.

Salah seorang penjahit dari Ilham Collection, Sarah, mengaku bangga sekaligus bersyukur karena untuk pertama kalinya mendapatkan pesanan menjahit bendera Merah Putih dalam jumlah besar.

Sebanyak 1.000 bendera tersebut akan dikibarkan dalam rangka Ekspedisi Merah Putih yang diinisiasi Rumah Jurnalis x MyPertamina.

Kegiatan yang berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 itu akan melibatkan 10 jurnalis dari media nasional maupun lokal Kalimantan Barat untuk mengibarkan ribuan bendera di kawasan batas negeri sebagai simbol semangat nasionalisme.

Sarah mengatakan, pesanan tersebut menjadi satu-satunya order jahitan bendera yang diterimanya menjelang perayaan Hari Kemerdekaan tahun ini.

“Kalau untuk bendera hanya ini, yang seribu bendera ini. Kalau yang lain belum ada,” ujarnya.

Menurutnya, pesanan tersebut sangat membantu para penjahit karena memberikan tambahan pekerjaan di tengah aktivitas menjahit pakaian sehari-hari.

“Ini sangat membantu untuk kami penjahit di sini. Jahitnya juga lumayan nyaman karena hanya jahitan lurus. Biasanya kami lebih sering mengerjakan permak atau jahitan baju umum,” katanya.

Meski harus menyelesaikan hingga 1.000 bendera, Sarah mengaku tidak mengalami kendala berarti.

Berbeda dengan menjahit pakaian yang membutuhkan pola dan detail lebih rumit, proses menjahit bendera dinilai lebih sederhana.

“Kalau jahitan bendera ini lebih mudah bagi kami walaupun jumlahnya seribu. Tidak ada kesulitan berarti karena jahitannya lurus,” ungkapnya.

Pengerjaan ribuan bendera itu dilakukan oleh empat orang penjahit secara bersama-sama sehingga beban pekerjaan terasa lebih ringan.

“Enggak memberatkan karena kami berempat yang mengerjakannya,” jelas Sarah.

Lebih dari sekadar pekerjaan, Sarah mengaku merasakan kebanggaan tersendiri saat menjahit simbol negara yang nantinya akan berkibar di wilayah perbatasan Indonesia.

“Bangga lah bagi kami. Sebelumnya belum pernah menjahit bendera seperti ini. Kalau untuk acara lomba biasanya hanya membuat baju warna merah putih, tapi kalau bendera baru pertama kali. Alhamdulillah kami sangat bangga,” tuturnya.

Hingga saat wawancara dilakukan, sekitar 400 bendera telah selesai dijahit.

Sarah memperkirakan seluruh pesanan dapat dirampungkan dalam waktu sekitar tiga pekan karena para penjahit juga tetap harus menyelesaikan pesanan lain.

“Sekarang sudah jadi kurang lebih 400 bendera. Kami tetap mengerjakan pesanan lain juga, jadi setelah selesai bendera baru lanjut pekerjaan yang lain. Mudah-mudahan sekitar tiga minggu sudah selesai,” pungkasnya.

Ekspedisi Merah Putih menjadi salah satu gerakan kolaboratif untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan RI dengan menghadirkan ribuan bendera Merah Putih di kawasan perbatasan Desa Temajuk.

Selain menjadi simbol cinta Tanah Air, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat nasionalisme masyarakat sekaligus melibatkan pelaku usaha lokal, termasuk para penjahit yang turut berkontribusi dalam mewujudkan pengibaran 1.000 bendera di batas negeri.