Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengatakan, seluruh hasil lukisan peserta akan dikirim ke Mabes Polri untuk dinilai bersama karya dari berbagai daerah di Indonesia. Pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada 18 Juli 2026.
“Ada 10 peserta yang mengikuti lomba. Mereka diberi waktu empat jam untuk melukis sesuai tema yang telah ditentukan, yaitu ‘Polri untuk Masyarakat’,” kata Endang.
Ia menegaskan, setiap lukisan yang diikutsertakan merupakan karya orisinal peserta. Polresta Pontianak memastikan tidak ada campur tangan pihak lain dalam proses pembuatan karya sehingga keaslian hasil lukisan tetap terjaga.
“Kami memastikan hasil karya lukisan benar-benar merupakan hak cipta mereka sendiri, bukan dibantu orang lain. Ini murni karya dari teman-teman disabilitas di Kota Pontianak,” ujarnya.
Menurut Endang, lomba tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bentuk komitmen Polri untuk membuka ruang partisipasi yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
“Melalui Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema ‘Polri untuk Masyarakat’, kami ingin benar-benar hadir dan dekat dengan seluruh komunitas, termasuk kaum disabilitas,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi penyandang disabilitas untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan bakat di bidang seni, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri melalui karya yang dihasilkan.
Endang juga menyiapkan apresiasi khusus apabila peserta dari Kota Pontianak mampu meraih prestasi pada penilaian tingkat nasional.
“Kalau nanti hasilnya membanggakan, tentu akan ada reward dari saya. Kami siap mendukung teman-teman disabilitas untuk terus berkarya,” tutupnya.