banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Pesan Harisson Jelang Purna Tugas: ASN Jangan Menunggu Perintah

×

Pesan Harisson Jelang Purna Tugas: ASN Jangan Menunggu Perintah

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Setelah 32 tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN), Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mengakhiri masa kedinasannya pada 31 Agustus 2026.

Dalam acara pelepasan purna tugas di Ruang Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (1/9/2026), Harisson tidak hanya berpamitan. Ia meninggalkan pesan kepada ASN yang masih melanjutkan tugas di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat agar bekerja dengan disiplin, berintegritas dan memiliki inisiatif.

Menurut Harisson, birokrasi tidak boleh berjalan hanya karena menunggu instruksi dari atasan. ASN harus mampu melihat persoalan dan bergerak mencari solusi.

“Harus kreatif sedikit. Jangan diminta atau diperintah-perintah baru jalan,” tegas Harisson.

Ia meminta para ASN menjadikan pekerjaan sebagai bentuk pengabdian, bukan sekadar rutinitas untuk mengejar karier.

“Pokoknya kalian melayani dengan ikhlas, dengan sepenuh hati. Yang namanya karier dan rezeki itu nanti sudah ada takdirnya dan ada doa-doa dari masyarakat yang kita bantu,” ujarnya.

Pesan tersebut disampaikan Harisson berdasarkan pengalaman panjangnya sebagai seorang dokter hingga kemudian menempati berbagai posisi dalam birokrasi.

Kariernya sebagai ASN bermula dari pengabdian sebagai dokter di perkebunan di Meliau dan dokter pegawai tidak tetap di Kabupaten Ketapang. Setelah diangkat sebagai pegawai negeri, ia ditempatkan di Kapuas Hulu.

Pengalaman bertugas di daerah membuat Harisson merasakan langsung bagaimana pelayanan pemerintah bersentuhan dengan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil.

“Menurut saya, banyak masyarakat yang mendoakan saya. Masyarakat yang selama ini di daerah-daerah terpencil itu saya bantu untuk mengobati mereka,” katanya.

Dari pengalaman tersebut, Harisson meyakini bahwa pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan meninggalkan manfaat yang lebih panjang dibanding sekadar jabatan.

Ia pun mengingatkan ASN agar tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan akhir dalam bekerja.

“Anda bekerja keras, disiplin dan bekerja dengan ikhlas. Suatu saat nanti Anda pun akan menjadi Sekda-Sekda berikutnya,” pesannya.

Harisson juga meminta ASN menjaga disiplin, integritas dan kejujuran dalam menjalankan tugas, sekaligus membantu kepala daerah merealisasikan program pemerintahan.

“Saya berpesan agar Bapak-Ibu tetap menjalankan tugas dengan penuh disiplin, integritas, kejujuran, membantu Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur,” tambahnya.

Di sisi lain, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memberikan apresiasi atas 32 tahun pengabdian Harisson. Ia menilai Harisson merupakan sosok yang lebih banyak bekerja daripada berbicara.

“Beliau orang yang tidak banyak omong, tapi banyak bekerja,” kata Ria Norsan.

Ria Norsan mengaku telah mengenal Harisson sejak dirinya masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalbar. Salah satu momen yang paling diingatnya adalah ketika Harisson terlibat dalam penanganan pandemi COVID-19.

“Dalam hal menangani COVID, beliau benar-benar berjibaku waktu itu. Boleh dikatakan tidur kurang, siang dan malam,” ungkapnya.

Menurut Ria Norsan, Harisson juga dikenal tenang dalam menghadapi berbagai persoalan serta mampu membangun komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk antara pemerintah daerah dan legislatif.

“Beliau bisa menyesuaikan situasi dan kondisi, bagaimana menghadapi serta memutuskannya,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Ria Norsan menyampaikan terima kasih atas seluruh pengabdian Harisson.

“Pak Harisson, kami lepas Bapak dengan banyak terima kasih atas pengabdian Bapak. Kami tidak bisa membalas pengabdian Bapak yang luar biasa. Mudah-mudahan Allah SWT membalasnya,” tuturnya.

Ia menegaskan, purna tugas sebagai ASN bukan berarti berhenti memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Walaupun jabatan bisa pensiun, tetapi pengabdian kepada masyarakat dan negara ini tidak harus pensiun,” pungkasnya.

Ria Norsan bahkan meminta Harisson tetap memberikan masukan kepada pemerintah apabila melihat hal-hal yang perlu diperbaiki.

“Saya tidak anti kritik. Bapak sampaikan apa adanya kepada saya,” katanya.

Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menilai pengalaman Harisson masih dibutuhkan meski telah memasuki masa purna tugas.

“Tidak ada kata pensiun. Kita sebagai umat manusia, sebagai warga masyarakat, hanya pensiun sebagai aparatur sipil negara, tetapi tidak pensiun dalam karya dan karsa pengabdian kepada negara dan masyarakat,” ujar Krisantus.

Ia berharap pengalaman puluhan tahun Harisson di birokrasi dapat terus diwariskan kepada ASN yang masih aktif.

“Pengalaman Bapak sangat luar biasa. Saya berharap pengalaman itu tetap dapat diberikan kepada teman-teman yang masih menjalankan tugas,” katanya.

Krisantus juga mengakui purna tugas Harisson meninggalkan kesan mendalam bagi dirinya dan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

“Saya sangat terkesan dan sangat merasa kehilangan karena Pak Harisson tidak lagi bertugas sebagai ASN di Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Harisson menyampaikan terima kasih kepada Gubernur, Wakil Gubernur, serta seluruh jajaran Pemprov Kalbar yang telah mendukung perjalanan tugasnya hingga akhir masa kedinasan.

Ia juga meminta maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekurangan atau harapan yang belum terpenuhi.

“Mungkin ada sesuatu yang kurang berkenan di hati, atau ada ekspektasi dan harapan yang ditujukan kepada saya yang tidak terpenuhi,” ungkapnya.

Kini, setelah 32 tahun berada dalam birokrasi, Harisson menutup masa pengabdiannya sebagai ASN dengan satu pesan utama: bekerja bukan hanya karena diperintah, tetapi karena memiliki tanggung jawab untuk melayani.

“Masih banyak tugas kita. Masih banyak yang harus diperhatikan dan diperbaiki. Itu menjadi tugas Bapak-Ibu sekalian,” tutup Harisson.