banner 468x60
Pontianak

Jumat Curhat, Cara Polisi Dekat Dengan Masyarakat di Pontianak

×

Jumat Curhat, Cara Polisi Dekat Dengan Masyarakat di Pontianak

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menggelar kegiatan Jumat Curhat bersama masyarakat dan komunitas di Taman Akcaya, Jalan Syarif Abdurahman, Kecamatan Pontianak Kota, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi kepolisian untuk mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus membuka ruang komunikasi secara langsung terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Direktur Binmas Polda Kalbar Kombes Pol. Juda Trisno Tampubolon mengatakan, Jumat Curhat merupakan salah satu program untuk menghadirkan polisi di tengah masyarakat, khususnya di ruang-ruang publik.

“Program ini untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Kita hadir di ruang publik bersama para Bhabinkamtibmas, sembari menyediakan hidangan gratis dan kopi gratis sebagai sarana untuk berkumpul, saling curhat, tukar pikiran, dan berdiskusi mengenai situasi kamtibmas di wilayah kita,” ujarnya.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak ada lagi jarak antara polisi dan masyarakat.

Warga dapat menyampaikan informasi, aspirasi maupun persoalan yang mereka hadapi tanpa merasa takut atau khawatir.

“Yang pertama adalah masyarakat dan Polri tidak ada jarak. Tidak ada ketakutan atau kekhawatiran. Kalau masyarakat ingin komunikasi, ingin tukar pikiran, berdiskusi atau menyampaikan informasi, tidak ada jarak,” katanya.

Ia menambahkan, informasi yang berkembang di tengah masyarakat diharapkan dapat diterima kepolisian sehingga persoalan yang muncul dapat ditindaklanjuti melalui fungsi yang sesuai.

Dalam kesempatan tersebut, Juda juga mengingatkan pentingnya peran Bhabinkamtibmas dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, setiap Bhabinkamtibmas memiliki wilayah binaan yang menjadi tanggung jawabnya, termasuk memantau kondisi lingkungan, interaksi antarwarga, serta berbagai kegiatan masyarakat dan program pemerintah.

“Informasi-informasi terkini mengenai kejahatan, mengenai anatomy of crime, dapat disampaikan oleh para Bhabin.

Sehingga masyarakat mendapatkan informasi mengenai tren kejahatan yang sedang terjadi,” jelasnya.

Dengan pengetahuan tersebut, masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan dan ikut menjaga keamanan lingkungan.

“Diharapkan masyarakat dapat menjadi polisi, menjadi polisi bagi dirinya sendiri, dalam artian menjaga keselamatan jiwa raga dan juga menjaga kegiatan-kegiatan masyarakat lainnya,” ujarnya.

Sebagai salah satu upaya pencegahan kejahatan, Polda Kalbar juga mendorong masyarakat untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan melalui Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling).

Juda mengatakan Bhabinkamtibmas secara berkala melakukan sambang ke Satkamling di wilayah binaannya untuk mengingatkan masyarakat mengenai metode pengamanan lingkungan.

“Bhabin menggelorakan ada yang namanya Satkamling. Satkamling merupakan salah satu aspek daripada satu kesatuan sistem keamanan lingkungan,” katanya.

Ia berharap keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan dapat menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Juda memastikan kegiatan Jumat Curhat tersebut akan dilaksanakan secara rutin setiap Jumat.

Untuk lokasi pelaksanaan, pihaknya masih membuka kemungkinan kegiatan digelar secara bergiliran di sejumlah ruang publik, dengan mempertimbangkan kenyamanan serta masukan dari masyarakat dan komunitas.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan rutin setiap hari Jumat. Tempat ini cukup nyaman, namun juga butuh masukan dari kawan-kawan sekalian. Kalau ada masukan tempat lain, mungkin kita geser ke sana. Tetapi kalau masyarakat sudah tahu kegiatan di sini dan merasa nyaman, mungkin tetap di sini,” tuturnya.

Tidak hanya ruang diskusi, kegiatan Jumat Curhat di Taman Akcaya juga diisi dengan sejumlah layanan bagi masyarakat.

Di antaranya pelayanan kesehatan gratis, seperti pemeriksaan kesehatan, cek darah dan pembagian masker.

Selain itu, terdapat pula diskusi antara komunitas dengan personel kepolisian, termasuk dari fungsi pendidikan masyarakat lalu lintas.

Juda menjelaskan, Jumat Curhat juga menjadi pintu awal bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan atau pelayanan kepolisian.

“Kalau nanti ada yang membutuhkan penanganan khusus, akan kami arahkan kepada fungsi yang melayani atau fungsi pengembannya,” katanya.

Ia berharap keberadaan kegiatan tersebut dapat menghilangkan rasa sungkan masyarakat untuk berkomunikasi dengan polisi.

“Sehingga diharapkan informasi awal dari masyarakat atau masyarakat yang sungkan datang ke kantor polisi, itu tidak ada lagi. Polisi adalah rakyat, rakyat adalah polisi,” pungkas Juda.