banner 468x60
Peristiwa

PMI Kalbar dan Betadine Salurkan Air Bersih, Warga Sido Mulyo Ramai-Ramai Cek Kesehatan Gratis

×

PMI Kalbar dan Betadine Salurkan Air Bersih, Warga Sido Mulyo Ramai-Ramai Cek Kesehatan Gratis

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) tak hanya meninggalkan persoalan asap dan kualitas udara. Bagi sebagian warga Dusun Sidomulyo, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, dampak lain yang tak kalah mendesak adalah sulitnya mendapatkan air bersih.

Kondisi itu membuat sebagian warga harus mengandalkan air hujan dan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara untuk keperluan memasak dan minum, mereka bahkan harus membeli air.

Situasi tersebut menjadi perhatian Betadine Indonesia bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat. Melalui PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, keduanya menyalurkan bantuan air bersih sekaligus membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian obat-obatan bagi masyarakat di Dusun Sidomulyo, pada Jumat (2/10/2026).

Bantuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kolaborasi dalam merespons dampak karhutla sekaligus membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses air bersih.

Country Head PT iNova Pharmaceuticals Indonesia, Benyamin Wuisan, mengatakan persoalan yang dihadapi masyarakat akibat Karhutla memiliki dampak yang lebih luas daripada sekadar kebakaran dan asap.

“Dampak Karhutla tidak hanya terjadi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga berdampak kepada persediaan air bersih. Sampai hari ini banyak masyarakat masih membutuhkan air bersih,” ujar Benyamin saat berada di lokasi.

Menurut Benyamin, ketersediaan air bersih juga berkaitan langsung dengan kesehatan masyarakat. Selain kebutuhan konsumsi dan aktivitas sehari-hari, air bersih dibutuhkan untuk penanganan luka agar risiko infeksi dapat ditekan.

Dalam layanan kesehatan yang digelar bersamaan dengan distribusi air bersih, tim menemukan sejumlah keluhan warga, di antaranya infeksi saluran pernapasan dan luka yang membutuhkan perawatan.

“Untuk membersihkan luka perlu air bersih untuk menghindari adanya infeksi kuman dan bakteri. Sehingga ini yang kita hadirkan tentu saja dengan kerja sama yang luar biasa dengan PMI Kalbar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Markas PMI Kalbar, Budiman Very, mengatakan persoalan air bersih di Dusun Sidomulyo sebenarnya bukan hanya muncul ketika musim kekeringan.

Menurutnya, keterbatasan sumber air sudah dirasakan masyarakat bahkan dalam kondisi normal.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan distribusi air bersih dan pengobatan gratis. Daerah ini sangat menjadi titik perhatian kami karena memang pada saat tidak kekeringan saja masyarakat kesusahan air,” kata Budiman.

Selama ini, sebagian warga memanfaatkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Namun, kondisi Karhutla membuat kualitas air yang ditampung warga perlu mendapat perhatian.

“Memang konsumsi utama air hujan. Memang sudah hujan, cuma kita lihat air hujan ini sendiri masih membawa sejumlah partikel akibat Karhutla sehingga kurang bersih,” ujarnya.

Karena itu, distribusi air bersih dinilai tetap dibutuhkan meski hujan mulai turun.

“Jadi kita berkolaborasi memberikan bantuan air bersih. Kita bekerja sama dengan Betadine Indonesia. Kita lihat masih banyak masyarakat yang membutuhkan walaupun sudah hujan karena sumber air menjadi penting untuk konsumsi,” kata Budiman.

Kondisi tersebut dirasakan langsung Suminah, salah seorang warga Dusun Sidomulyo. Ia mengatakan keluarganya selama ini menggunakan air hujan dan air sumur untuk kebutuhan rumah tangga.

“Untuk kebutuhan sehari-hari pakai air hujan, air tanah. Untuk mandi, untuk cuci itu pakai air sumur biasa, bukan sumur bor,” ujar Suminah.

Namun, kebutuhan air untuk memasak dan minum membuat keluarganya harus mengeluarkan biaya tambahan.

“Selama ini selain dari bantuan kami membeli air untuk masak dan minum, untuk satu hari satu galon,” katanya.

Karena itu, bantuan air bersih yang diterima warga dinilai cukup membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

“Alhamdulillah bantuan ini cukup membantu. Terima kasih bantuannya, semoga lancar,” tutur Suminah.

Selain menyasar masyarakat, kolaborasi Betadine Indonesia dan PMI Kalbar juga memberikan perhatian kepada relawan yang berada di garis depan penanganan dampak Karhutla.

Sehari sebelumnya, Kamis (1/10/2026), keduanya menggelar pertemuan, edukasi kesehatan, dan pemeriksaan kesehatan bagi relawan serta masyarakat di wilayah Pontianak dan Kubu Raya.

Kegiatan tersebut melibatkan relawan gabungan pemadam Karhutla Pray for Kalimantan, petugas distribusi air bersih PMI Kalbar, tenaga kesehatan, serta tim Betadine Indonesia.

Para relawan mendapatkan edukasi mengenai kesiapsiagaan, kesehatan diri, hingga pertolongan pertama sebelum dan saat menjalankan tugas di lapangan.

Kolaborasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan bantuan air bersih dan layanan kesehatan bagi warga Dusun Sidomulyo.

Melalui rangkaian kegiatan itu, Betadine Indonesia dan PMI Kalbar tidak hanya merespons dampak Karhutla dari sisi kesehatan, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat dan kesiapsiagaan relawan di lapangan.

Di tengah persoalan karhua yang kerap identik dengan asap, persoalan air bersih menunjukkan bahwa dampak bencana dapat menjalar hingga kebutuhan paling dasar masyarakat yakni air untuk minum, memasak, membersihkan luka, dan menjaga kesehatan keluarga.