banner 468x60
Aksara Landak

Warga dari 9 Kecamatan Rawan Bencana di Landak Dilatih Siaga Bencana

×

Warga dari 9 Kecamatan Rawan Bencana di Landak Dilatih Siaga Bencana

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Sebanyak 60 warga perwakilan relawan dari sembilan kecamatan rawan bencana di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, dikukuhkan sebagai pengurus relawan Kampung Siaga Bencana (KSB).

Pengukuhan pengurus relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Dara Itam tersebut, dilakukan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Landak Heri Adiwijaya yang mewakili Bupati Landak di halaman Rumah Radakng Aya’ Ngabang, Jumat (2/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) RI, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para camat.

Sebelum dikukuhkan, para relawan telah mengikuti pelatihan selama lima hari sejak 29 September 2026.

Pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Selain pelatihan dan pengukuhan, para relawan juga melakukan simulasi penanganan bencana.

Simulasi meliputi pendirian tenda pengungsian, penyiapan dapur umum, distribusi logistik, hingga operasi penyelamatan korban menggunakan berbagai peralatan sederhana.

Sekda Landak Heri Adiwijaya mengatakan, pembentukan KSB merupakan langkah awal untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan bencana di daerah.

“Kita sangat menyambut baik upaya Kementerian Sosial bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Landak, terutama Dinas Sosial, untuk membentuk Kampung Siaga Bencana,” ujar Heri setelah kegiatan.

Menurut dia, program tersebut penting mengingat Kabupaten Landak termasuk wilayah yang memiliki potensi bencana.

Heri berharap pembentukan KSB tidak berhenti di sembilan kecamatan yang menjadi sasaran awal, tetapi dapat dikembangkan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Landak.

“Ini langkah awal dan mudah-mudahan nanti bukan hanya di Kecamatan Ngabang saja, tetapi bisa dibentuk di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Landak,” katanya.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 60 anggota KSB yang merupakan perwakilan dari sembilan kecamatan rawan bencana.

Heri juga mengapresiasi simulasi yang dilakukan para relawan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kepada anggota KSB, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

“Mudah-mudahan ini bisa diimplementasikan ketika ada bencana yang terjadi. Ini juga semacam edukasi yang nantinya bisa disampaikan kepada teman-teman dan masyarakat di sekitar,” ujarnya.

Dilengkapi Lumbung Sosial

Penyuluh Sosial Direktorat Perlindungan Sosial Bencana Kemensos RI, Puad, mengatakan, pembentukan KSB merupakan bagian dari program mitigasi bencana untuk meningkatkan kesiapan dan ketangguhan masyarakat.

“KSB merupakan salah satu program kita untuk menyiapkan masyarakat agar siap dan tangguh menghadapi ancaman bencana,” kata Puad.

Ia menjelaskan, pembentukan KSB diprioritaskan di daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana berdasarkan informasi dan pemetaan bersama pemerintah daerah.

Puad menyebut pembentukan KSB di Kabupaten Landak merupakan pelaksanaan perdana program tersebut di daerah itu.

Selain mendapatkan pelatihan, KSB juga dilengkapi dengan lumbung sosial.

Lumbung sosial berfungsi sebagai tempat penyediaan dan penyimpanan logistik yang dapat digunakan ketika terjadi bencana, khususnya untuk membantu masyarakat yang terdampak.

“Kalau terjadi bencana, kita bisa menggunakan lumbung itu sebagai logistik untuk penanganan bencana, khususnya untuk masyarakat yang terdampak,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Sosial juga menyerahkan bantuan program kesiapsiagaan dan mitigasi bencana senilai Rp 158.064.000 kepada Pemerintah Kabupaten Landak.

Puad mengatakan, besaran dukungan program dapat berbeda di setiap daerah karena disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk kebutuhan kegiatan KSB dan penanganan kebencanaan.