banner 468x60
Olahraga

Atraksi Naga Panca Bhakti Pontianak Bikin Penonton Back To Champion 2026 Terpukau!

×

Atraksi Naga Panca Bhakti Pontianak Bikin Penonton Back To Champion 2026 Terpukau!

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK — Gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai penonton pecah di GOR Terpadu Pontianak.

Namun, sebelum duel tinju dunia antara petinju Indonesia Daud Yordan melawan wakil Filipina, Ador Torres, dimulai, perhatian pengunjung lebih dulu tersedot oleh kemegahan atraksi naga dari Yayasan Panca Bhakti.

Dalam gelaran Daud Yordan Promotion: Back To Champion 2026, pertunjukan budaya tersebut menjadi suguhan istimewa yang menyatukan semangat olahraga tinju dengan kekayaan tradisi yang hidup di Kalimantan Barat.

Naga yang bergerak lincah dengan iringan atraksi memukau tampil megah di hadapan ribuan pasang mata.

Gerakannya yang dinamis menciptakan suasana meriah, mengundang tepuk tangan, sorakan, hingga decak kagum penonton yang memadati arena.

Pertunjukan itu bukan sekadar pemanasan sebelum pertandingan. Atraksi naga Yayasan Panca Bhakti menghadirkan warna tersendiri di tengah atmosfer pertandingan tinju yang sarat adrenalin.

Kemegahan naga menjadi pusat perhatian, sementara atraksi barongsai turut menambah semarak suasana. Perpaduan pertunjukan tersebut menciptakan panggung budaya yang menyatu dengan gegap gempita olahraga tinju.

Nuansa kebudayaan Kalimantan Barat juga diperkuat dengan kehadiran pakaian adat yang menampilkan kekayaan tradisi daerah.

Arena pertandingan pun terasa lebih dari sekadar tempat adu pukulan, menjadi ruang perjumpaan olahraga, budaya, dan kebanggaan daerah.

Sejumlah pejabat dan tamu kehormatan terlihat hadir menyaksikan kemeriahan acara.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama istri, sejumlah kepala daerah, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar, serta tamu kehormatan lainnya turut menyaksikan rangkaian acara tersebut.

Kehadiran para tokoh itu menambah semarak gelaran yang menjadi sorotan masyarakat, khususnya pencinta olahraga tinju di Pontianak.

Namun, puncak perhatian malam itu tetap tertuju pada pertarungan yang dinanti-nantikan: Daud Yordan, petinju kebanggaan Indonesia, menghadapi Ador Torres dari Filipina.

Sebelum kedua petinju memasuki pertarungan utama, atraksi naga, barongsai, dan suguhan budaya menjadi pembuka yang membangun atmosfer arena.

Penonton disuguhi perpaduan unik antara tradisi dan olahraga profesional dalam satu panggung spektakuler.

Sorak-sorai yang mengiringi pertunjukan naga menjadi gambaran bagaimana kekayaan budaya dapat hadir di tengah perhelatan olahraga berskala internasional.

Melalui gelaran Back To Champion 2026, ring tinju Pontianak malam itu tidak hanya menjadi panggung pertarungan para fighter.

Arena tersebut juga menjadi tempat budaya tampil memikat, menyambut laga besar yang membawa nama Indonesia ke hadapan lawan dari Filipina.