banner 468x60
Info PertaminaPontianak

Edi Kamtono Minta Pertamina Antisipasi Antrean BBM di Pontianak

×

Edi Kamtono Minta Pertamina Antisipasi Antrean BBM di Pontianak

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono, meminta Pertamina mengantisipasi potensi antrean dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Edi mengatakan, antrean kendaraan di SPBU dapat dipicu keterlambatan pasokan BBM, mulai dari proses produksi, distribusi, hingga pengangkutan.

“Kalau di SPBU terjadi antrean, artinya bisa ada keterlambatan suplai dari Pertamina, baik dari pengolahan, produksi, distribusi, maupun pengangkutannya. Biasanya seperti itu, seperti yang terjadi menjelang Lebaran kemarin,” kata Edi.

Menurut dia, gangguan pasokan dalam jumlah kecil sekalipun dapat memicu efek domino di tengah masyarakat. Kekhawatiran terhadap ketersediaan BBM bisa mendorong masyarakat membeli bahan bakar lebih awal atau dalam jumlah lebih banyak sehingga memperpanjang antrean di SPBU.

Edi meminta Pertamina mengantisipasi kondisi tersebut, terutama menjelang periode dengan potensi peningkatan mobilitas masyarakat, seperti Natal dan Tahun Baru, Imlek, Cap Go Meh, serta pergantian musim yang dapat memengaruhi distribusi.

“Kita harapkan Pertamina sudah memitigasi ini supaya jangan sampai timbul antrean atau kelangkaan. Karena yang punya kewenangan dan menyediakan BBM ini adalah Pertamina,” ujarnya.

Edi menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak telah meminta Pertamina agar lebih serius mengantisipasi potensi gangguan pasokan. Ia mengingatkan agar persoalan tersebut tidak dianggap sepele karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

“Bukan mengimbau lagi, kami sudah meminta kepada Pertamina. Dalam bahasa Pontianak, kami sudah ‘mati-wanti’, artinya waspada, serius, jangan dianggap enteng,” kata Edi.

Ia menilai, antrean dan kelangkaan BBM tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menghambat kegiatan dunia usaha dan memicu tekanan terhadap harga barang.

Karena itu, Edi berharap Pertamina memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan aktivitas ekonomi di Kota Pontianak tidak terganggu.