LANDAK – Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri 2 Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, digelar layaknya pemilihan umum (pemilu), Rabu (14/10/2026).
Dalam pemilihan OSIS untuk masa bakti 2026–2027 dengan 4 pasangan calon yang terdiri dari 7 siswa perempuan dan 1 laki-laki tersebut, para siswa menggunakan hak pilih melalui tahapan yang menyerupai pemilu. Mulai dari antrean pemilih, penggunaan bilik suara, memasukkan surat suara ke kotak suara, hingga mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda telah memilih.
Pelaksanaan pemilihan ini mendapat pendampingan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Landak.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan politik dan pengenalan demokrasi sejak dini bagi para pelajar yang akan menjadi pemilih pemula pada Pemilu 2029.

Ketua KPU Kabupaten Landak Lisanto mengatakan, pendampingan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai prinsip-prinsip demokrasi dan penyelenggaraan pemilu.
“Kalau mengacu pada Pemilu 2024, pemilu berikutnya adalah tahun 2029. Dari data yang kami terima, lebih dari 100, hampir 200 siswa berpotensi menjadi pemilih baru pada 2029 mendatang,” kata Lisanto saat menghadiri pemilihan OSIS di SMPN 2 Ngabang.
Menurut dia, sekolah menjadi salah satu sasaran penting pendidikan pemilih karena para siswa perlu mendapatkan pemahaman mengenai proses demokrasi sebelum menggunakan hak pilih dalam pemilu sesungguhnya.

KPU Berikan Materi dan Simulasi Pemilu
Lisanto menjelaskan, pendampingan tidak hanya dilakukan saat pemungutan suara, tetapi juga melalui koordinasi dan persiapan bersama pihak sekolah serta pengurus OSIS.
KPU memberikan materi mengenai prinsip pemilu, termasuk langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber jurdil). Selain itu, siswa juga mendapatkan simulasi serta pemahaman mengenai tahapan pemungutan dan penghitungan suara.
“Kita menyampaikan nilai-nilai demokrasi sesuai dengan prinsip penyelenggaraan pemilu, luber jurdil. Yang sudah berjalan dengan baik kita perkuat, sedangkan yang belum kita berikan pemahaman secara bertahap,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, mekanisme pemilihan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Karena hanya terdapat satu jenis pemilihan, panitia menggunakan satu tempat pemungutan suara (TPS), satu kotak suara, dan enam bilik suara.
Para siswa dipanggil sesuai urutan, memberikan suara, kemudian menggunakan tinta sebagai tanda telah memilih. KPU juga memberikan pendampingan terkait formulir dan rekapitulasi hasil penghitungan suara.
Lisanto berharap, pengalaman tersebut dapat membantu siswa memahami proses pemilu secara lebih nyata, termasuk tahapan administrasi hingga penetapan hasil.

Perdana Didampingi KPU
Kepala SMPN 2 Ngabang, Elia, menyampaikan apresiasi kepada KPU Kabupaten Landak atas pendampingan dalam pelaksanaan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS tahun ini.
Menurut Elia, pemilihan OSIS atau pemilos sebenarnya telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Namun, pada pelaksanaan kali ini, sekolah untuk pertama kalinya mendapatkan pendampingan langsung dari KPU.
“Ini merupakan bentuk kerja sama yang baik. Kami berharap ke depan kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan kembali dan menjadi contoh yang baik bagi murid-murid di Kabupaten Landak,” kata Elia.
Ia menjelaskan, pihak sekolah telah melakukan koordinasi dengan KPU sejak beberapa bulan sebelum pelaksanaan. Koordinasi kembali dilakukan menjelang hari pemungutan suara untuk mempersiapkan berbagai kebutuhan dan logistik.
Elia menilai, pemilihan OSIS tidak hanya menjadi sarana memilih pemimpin organisasi siswa, tetapi juga kesempatan bagi pelajar untuk belajar menjalankan demokrasi secara langsung.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan memahami proses pemilihan yang tertib, mengenal tahapan pemungutan suara, serta belajar menghargai pilihan masing-masing.

Dinas Pendidikan Apresiasi Pendidikan Demokrasi
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Samsul Bahri, turut mengapresiasi kolaborasi KPU dan SMPN 2 Ngabang dalam memberikan pendidikan demokrasi kepada para pelajar.
Menurut Samsul, pembelajaran melalui praktik langsung dapat membantu membentuk karakter siswa, terutama dalam menanamkan kejujuran, tanggung jawab, dan kemampuan menentukan pilihan.
Ia juga mengaitkan kegiatan tersebut dengan penguatan karakter melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Dari kegiatan inilah praktik-praktik demokrasi diaplikasikan. Kegiatan ini menanamkan karakter anak-anak, terutama kejujuran sejak dini dalam berdemokrasi,” ujar Samsul.

Ia berharap, pengalaman memilih ketua dan wakil ketua OSIS dapat menjadi bekal bagi para siswa ketika memasuki usia sebagai pemilih pemula.
Samsul menekankan pentingnya membiasakan pelajar mengenali visi dan misi calon pemimpin sebelum menentukan pilihan, bukan sekadar memilih tanpa pertimbangan.
Menurut dia, kebiasaan tersebut diharapkan terbawa ketika para siswa kelak menggunakan hak pilih dalam pemilihan kepala daerah maupun pemilihan anggota legislatif.
“Harapan kita, anak-anak tidak memilih asal pilih. Dari sini mereka mulai belajar mengamati visi dan misi yang disampaikan para calon ketua. Ke depan, mereka juga bisa memilih pemimpin sesuai dengan visi dan misi yang ditawarkan,” katanya.
Melalui pemilihan OSIS yang melibatkan pendampingan KPU, sekolah diharapkan menjadi ruang pembelajaran demokrasi yang membekali generasi muda agar lebih memahami hak pilih dan mampu menentukan pemimpin secara bertanggung jawab.

















