banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Cegah Pemadaman Bergilir, Ria Norsan Kejar PLTU Bengkayang Kembali Beroperasi November

×

Cegah Pemadaman Bergilir, Ria Norsan Kejar PLTU Bengkayang Kembali Beroperasi November

Sebarkan artikel ini

BENGKAYANG – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan meminta pemeliharaan PLTU Bengkayang dipercepat agar pembangkit berkapasitas 80 megawatt (MW) itu bisa kembali beroperasi pada pertengahan November 2026. Langkah ini diharapkan membantu memperkuat pasokan listrik di tengah pemadaman bergilir yang dirasakan masyarakat.

Permintaan itu disampaikan Ria Norsan saat meninjau pemeliharaan PLTU Bengkayang di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Kamis (29/10/2026).

Pemeliharaan Unit 3 semula dijadwalkan rampung pada 5 Desember 2026 atau setelah 54 hari pengerjaan. Gubernur berharap jadwal tersebut dapat dipangkas sehingga pembangkit kembali beroperasi lebih awal.

“Target awalnya 54 hari atau sekitar 5 Desember. Mudah-mudahan bisa dipercepat menjadi sekitar 25 hari. Kita minta manajemen bekerja lebih cepat agar pada pertengahan November sudah bisa selesai,” ujar Ria Norsan.

Dalam peninjauan di PT PLN Indonesia Power UBP Singkawang, rombongan melihat pekerjaan serious inspection pada Unit 3. Laporan harian menunjukkan progres pemeliharaan mencapai 35,46 persen, lebih tinggi dari target rencana sebesar 34,49 persen.

Ria Norsan mengatakan percepatan pemeliharaan diharapkan membantu meningkatkan keandalan pasokan listrik di Kalimantan Barat. Ketersediaan listrik yang stabil juga diperlukan untuk menjaga aktivitas masyarakat dan dunia usaha, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru.

Ia mengapresiasi kesabaran masyarakat selama proses pemeliharaan berlangsung. Ia juga meminta informasi mengenai perkembangan pekerjaan dan kondisi kelistrikan disampaikan secara terbuka.

“Kita ingin memberikan informasi secara terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi kelistrikan saat ini. Harapannya, pekerjaan dapat segera diselesaikan sehingga keandalan pasokan listrik semakin baik,” katanya.

Manajemen PT PLN Indonesia Power menyatakan akan mengoptimalkan sumber daya untuk mempercepat pekerjaan. Pemeliharaan meliputi pembersihan komponen Main Stop Valve (MSV) dan lower casing, perbaikan sistem udara pembangkit, serta pengujian kelistrikan pada turbin dan generator.

PLTU Bengkayang menjadi salah satu penopang sistem interkoneksi Khatulistiwa di Kalimantan Barat. Pembangkit dengan daya mampu netto 80 MW ini berkontribusi sekitar 12 persen terhadap beban puncak sistem yang mencapai 650 MW.

Meski progres pemeliharaan telah melampaui target harian, penyelesaian pada pertengahan November masih menjadi harapan gubernur. Jadwal awal tetap 5 Desember 2026. PLTU tersebut baru dapat kembali beroperasi setelah seluruh pekerjaan pemeliharaan dan pemeriksaan teknis selesai.

Percepatan ini diharapkan membantu memperkuat pasokan listrik Kalbar. Namun, dampaknya terhadap pemadaman bergilir akan bergantung pada kondisi keseluruhan sistem kelistrikan dan kesiapan pembangkit lainnya.