PONTIANAK – Wali Kota Edi Rusdi Kamtono mengajak generasi muda menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, dan berani menangkap peluang ekonomi di tengah perkembangan Pontianak sebagai kota jasa dan perdagangan. Ia menilai pemuda memegang peran penting dalam membawa Indonesia semakin maju dan mampu bersaing di tingkat global.
“Pemuda sekarang harus menjadi pemuda yang tangguh, dibekali ilmu pengetahuan, kecerdasan membaca peluang, serta berani tampil di berbagai bidang. Selain kritis, juga berani mengambil peran,” ujarnya dalam Diskusi Publik bersama Anak Muda dan Pengusaha Kota Pontianak di Kafe 5cm Untan, Kamis (26/2/2026) sore.
Menurutnya, Pontianak memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan, terutama karena statusnya sebagai ibu kota provinsi dengan mobilitas tinggi sekaligus pusat pendidikan. Ia menyebut terdapat lebih dari 43 ribu mahasiswa yang berkuliah di kota ini dan sebagian besar berasal dari luar daerah.
“Ini potensi besar. Mereka tinggal, makan, minum, ngopi, dan beraktivitas di sini. Kota ini juga kota pelajar dan kota jasa. Peluang ekonomi terbuka sangat lebar,” jelasnya.
Ia mencontohkan pesatnya pertumbuhan usaha kuliner dan warung kopi sebagai ciri kota jasa. Selain membuka lapangan kerja, sektor ini juga berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah.
Wali Kota juga menyinggung berbagai tantangan kota, mulai dari kemacetan, pertambahan kendaraan, hingga persoalan sampah dan infrastruktur. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan pemerintah kota sendiri, melainkan harus melalui kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.
“Kita harus berkolaborasi dan bersinergi. Tidak bisa lagi mengandalkan kekuatan sendiri. Semua harus bersama-sama membangun,” tegasnya.
Ia turut menyoroti pentingnya pemuda menguasai data dan mampu membaca kebutuhan pasar. Sebagai contoh, ia menguraikan besarnya kebutuhan komoditas seperti kopi dan telur di Pontianak yang membuka peluang usaha baru, termasuk di sektor pertanian dan distribusi bahan pangan.
“Kalau kita hitung kebutuhan telur, kopi, sayur, dan lainnya setiap hari, itu peluang ekonomi yang sangat besar. Tinggal bagaimana pemuda berani mengambil kesempatan itu,” ujarnya.
Edi berharap momentum Ramadan dapat memperkuat persaudaraan dan semangat kebersamaan, sekaligus memotivasi pemuda menjadi generasi produktif yang berkontribusi nyata bagi kemajuan kota.
“Mudah-mudahan Kota Pontianak menjadi kota yang berkah, maju, dan dirahmati. Dan generasi mudanya bangkit bersama membangun,” pungkasnya.

















