banner 468x60
Aksara Landak

Seorang Guru di Landak Diduga Meninggal Dunia Tersambar Petir

×

Seorang Guru di Landak Diduga Meninggal Dunia Tersambar Petir

Sebarkan artikel ini

LANDAK – Seorang warga bernama Ferdinan Tolan (50), yang berprofesi sebagai guru SD dan merupakan warga Dusun Batu Catur, Desa Sabaka, Kecamatan Mempawah Hulu, meninggal dunia diduga akibat sambaran petir pada Kamis (18/06/2026), sekitar pukul 17.00 wib.

Kapolsek Mempawah Hulu, Iptu Freddy Surya Purnama, mengatakan berdasarkan keterangan keluarga, sebelum kejadian korban pergi untuk memperbaiki saluran air bersih meskipun kondisi cuaca sedang hujan disertai petir.

Setelah selesai memperbaiki saluran air, korban diduga berhenti di sekitar pohon durian yang berada tidak jauh dari lokasi karena kondisi cuaca.

“Karena korban tidak kunjung pulang, pihak keluarga meminta anak bungsunya untuk menyusul,” katanya.

Namun setibanya di lokasi, korban ditemukan dalam keadaan tergeletak dan tidak sadarkan diri di bawah pohon durian. Korban kemudian dibawa pulang ke rumah oleh keluarga.

Dijelaskan Freddy lagi bahwa bidan yang melakukan pemeriksaan awal menyatakan korban telah meninggal dunia.

“Pada tubuh korban ditemukan luka yang diduga akibat sambaran petir, berupa bekas luka bakar pada bagian belakang kepala serta luka melepuh pada bagian belakang pinggang,” jelasnya.

Selain itu, berdasarkan hasil pengecekan awal tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan visum maupun autopsi. Jenazah direncanakan akan dimakamkan pada Jumat (19/06/2026).

Kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat cuaca ekstrem, khususnya menghindari aktivitas di area terbuka maupun berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir guna mencegah kejadian serupa.