Aksaraloka.com, PONTIANAK – Semangat nasionalisme akan menyelimuti kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia melalui Ekspedisi Merah Putih yang akan digelar pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Kegiatan yang diinisiasi Rumah Jurnalis dan MyPertamina ini akan menghadirkan aksi pengibaran 1.000 Bendera Merah Putih di sepanjang jalan Desa Temajuk hingga Border Pos Lintas Batas Temajuk–Teluk Melano.
Ekspedisi tersebut menjadi gerakan kolaboratif yang memadukan semangat kebangsaan, promosi kawasan perbatasan, serta kepedulian terhadap wilayah terdepan Indonesia.
Sebanyak 10 jurnalis dari berbagai media nasional dan lokal di Kalimantan Barat akan terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan untuk mendokumentasikan dan menyebarluaskan potensi serta semangat nasionalisme dari kawasan perbatasan.
Ketua Umum Rumah Jurnalis, Achmad Munzirin, mengatakan pengibaran 1.000 Bendera Merah Putih merupakan simbol bahwa wilayah perbatasan merupakan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus terus dijaga dan mendapat perhatian bersama.
“Melalui Ekspedisi Merah Putih, kami ingin menghadirkan pesan bahwa semangat kebangsaan harus terus berkibar hingga ke batas negeri. Sebanyak 1.000 Bendera Merah Putih akan dipasang di sepanjang jalan Desa Temajuk menuju Border Pos Lintas Batas Temajuk–Teluk Melano sebagai simbol cinta Tanah Air dan persatuan bangsa,” ujarnya.
Menurut Achmad, kegiatan ini tidak hanya menjadi perjalanan menuju perbatasan, tetapi juga merupakan gerakan sosial yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Kolaborasi antara Rumah Jurnalis dan MyPertamina diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat Temajuk sekaligus memperkenalkan potensi wisata dan budaya di wilayah perbatasan.
Ia menjelaskan, keterlibatan 10 jurnalis dari media nasional dan lokal menjadi bagian penting dalam ekspedisi tersebut.
Para jurnalis akan mengangkat berbagai cerita dari kawasan perbatasan, mulai dari kehidupan masyarakat, potensi wisata, hingga semangat nasionalisme yang tumbuh di beranda terdepan Indonesia.
“Kami ingin teman-teman jurnalis tidak hanya meliput kegiatan pengibaran bendera, tetapi juga menceritakan wajah Temajuk kepada Indonesia. Ada banyak potensi wisata, budaya, dan kisah inspiratif masyarakat perbatasan yang layak diketahui publik,” katanya.
Selain pengibaran 1.000 bendera, ekspedisi merah putih juga menjadi ajang mempererat kolaborasi antara insan pers, komunitas, pemerintah, dan berbagai mitra yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan kawasan perbatasan.
Menurut Achmad, media memiliki peran strategis dalam membangun optimisme sekaligus memperkenalkan wilayah perbatasan sebagai salah satu wajah Indonesia di Pulau Kalimantan.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, komunitas, dan berbagai pihak untuk bersama-sama menyukseskan Ekspedisi Merah Putih. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama untuk menunjukkan bahwa Merah Putih selalu berkibar dengan gagah di batas negeri,” tuturnya.
Ekspedisi Merah Putih diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat rasa cinta Tanah Air sekaligus mempromosikan Desa Temajuk sebagai destinasi wisata unggulan di kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia.
Dengan semangat kolaborasi, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa menjaga nasionalisme dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan masyarakat, komunitas, dunia usaha, dan insan pers.











