AKSARALOKA.COM, Sambas – Semangat nasionalisme menyelimuti kawasan perbatasan Indonesia–Malaysia saat Bendera Merah Putih raksasa berukuran 17 x 8 meter berkibar gagah di puncak Bukit Tempayan, Desa Sebunga, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Sabtu (1/8/2026).
Pengibaran bendera raksasa tersebut menjadi puncak rangkaian Kirab Merah Putih yang digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi simbol kuat kecintaan masyarakat perbatasan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Komandan Kompi (Danki) Satgas Pamtas RI–Malaysia Yon Armed 19/Bogani, Kapten Arm Erlangga, mengatakan kirab Merah Putih merupakan wujud nyata sinergi berbagai elemen dalam menumbuhkan dan memperkuat semangat kebangsaan di wilayah tapal batas.
“Perbatasan merupakan beranda terdepan Indonesia. Melalui Kirab Merah Putih ini kami ingin menunjukkan bahwa semangat nasionalisme masyarakat di tapal batas tetap kokoh. Bendera yang berkibar di Bukit Tempayan menjadi simbol persatuan, kedaulatan, dan kecintaan terhadap NKRI,” ujarnya.
Menurut Erlangga, suksesnya kegiatan tersebut tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat yang bergotong royong menyukseskan acara.

“Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan ini. Semoga semangat kebangsaan seperti ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menjaga persatuan serta keutuhan bangsa,” katanya.
Kirab diawali dengan apel yang dipimpin Camat Sajingan Besar, Yusak Sutomo, kemudian dilanjutkan dengan pembentangan dan pengusungan bendera Merah Putih raksasa menuju puncak Bukit Tempayan melalui jalur perbukitan yang berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia.
Tak hanya bendera raksasa, sebanyak 1.000 bendera Merah Putih turut memeriahkan kegiatan tersebut. Sebanyak 700 bendera dipasang di sepanjang jalur menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, sementara 300 bendera lainnya dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan sebagai bentuk ajakan untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan.
Persiapan kegiatan telah dilakukan sejak 29 Juli 2026 oleh Aliansi Pemuda Penjaga Perbatasan (APPP) bersama masyarakat. Pengadaan bendera mendapat dukungan dari Satgas Bais TNI, aparat intelijen wilayah, serta Satgas Pamtas RI–Malaysia Yon Armed 19/Bogani.
Kirab Merah Putih melibatkan berbagai unsur, di antaranya APPP, Tim 8/Aruk Satgas Citarum Bais TNI, Satgas SGI Kodam XII/Tanjungpura, Tim Intel Korem 121/Alambhana Wanawai, Unit Intel Kodim 1208/Sambas, SSK I Satgas Pamtas Yon Armed 19/Bogani, CIQS PLBN Aruk, Kesbangpol Kabupaten Sambas, Forkopimcam Sajingan Besar, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pelajar, hingga warga setempat.
Pengibaran Merah Putih di Bukit Tempayan menjadi penegasan bahwa kawasan perbatasan bukan sekadar gerbang negara, melainkan juga benteng terdepan dalam menjaga kedaulatan dan semangat kebangsaan. Dari puncak Bukit Tempayan hingga sepanjang jalur menuju PLBN Aruk, ribuan Merah Putih berkibar, menggambarkan kokohnya persatuan serta kecintaan masyarakat perbatasan terhadap Indonesia.












