banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Hotspot Kalbar Capai 7.377 Titik, Norsan Perkuat Pemadaman Darat dan Udara

×

Hotspot Kalbar Capai 7.377 Titik, Norsan Perkuat Pemadaman Darat dan Udara

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memerintahkan penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah tingginya sebaran titik panas di wilayah Kalbar.

Norsan meminta seluruh unsur Satgas Karhutla memperkuat patroli, pemadaman dini, hingga operasi pemadaman pada malam hari. Dukungan pemadaman dari udara melalui water bombing juga akan dioptimalkan untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat.

“Seluruh personel dan sumber daya yang tersedia terus kita kerahkan secara maksimal. Penanganan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan untuk memastikan titik-titik kebakaran dapat segera dikendalikan serta tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” kata Norsan, Senin (31/8/2026).

Instruksi tersebut disampaikan seiring masih tingginya jumlah titik panas di Kalimantan Barat. Berdasarkan pemantauan cepat sistem SIPONGI hingga 31 Agustus 2026, tercatat 7.377 titik panas di seluruh Kalbar.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kalbar Ganda Butarbutar mengatakan, dari jumlah tersebut, 455 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi (high), 6.842 titik tingkat kepercayaan sedang (medium), dan 80 titik tingkat kepercayaan rendah (low).

Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 3.176 titik. Berikutnya Kabupaten Kubu Raya dengan 1.352 titik dan Kabupaten Kayong Utara dengan 837 titik.

Perkuat pemadaman 24 jam

Norsan mengatakan, pemadaman tidak boleh hanya dilakukan ketika api sudah membesar. Patroli dan pemadaman dini harus diperkuat agar api dapat segera dikendalikan sebelum meluas.

“Kami meminta seluruh jajaran di lapangan untuk terus memperkuat patroli dan pemadaman dini. Semakin cepat api ditemukan dan dipadamkan, semakin kecil risiko kebakaran meluas, terutama pada kawasan gambut yang sangat rentan,” ujarnya.

Selain patroli selama 24 jam di kawasan rawan, operasi pemadaman juga dilakukan pada malam hari.

Menurut Norsan, kondisi malam dengan suhu yang lebih rendah dan kelembapan udara lebih tinggi dapat membantu efektivitas pemadaman.

Pemerintah juga memperkuat pembasahan lahan gambut (rewetting), pembangunan sekat bakar, serta penggunaan pompa bertekanan tinggi untuk menjaga kelembapan lahan yang mengering.

Untuk lokasi yang sulit dijangkau tim darat, koordinasi dengan BNPB dan unsur terkait dilakukan untuk mendapatkan dukungan water bombing.

“Koordinasi dengan BPBD, BNPB dan seluruh unsur terkait terus dilakukan agar dukungan water bombing dapat diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh tim darat,” kata Norsan.

Pontianak berstatus berbahaya

Penanganan karhutla menjadi semakin mendesak karena asap telah berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) periode 30-31 Agustus 2026, Kota Pontianak berada dalam kategori berbahaya, dengan konsentrasi PM2,5 mencapai 763.

Kabupaten Sambas berada pada kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2,5 mencapai 218. Sementara Kabupaten Mempawah telah menetapkan status darurat asap.

Di lapangan, kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah.

Di Kabupaten Kubu Raya, pemadaman dilakukan di Desa Sungai Ambawang Kuala, Kecamatan Sungai Ambawang. Tim gabungan bahkan melakukan operasi hingga malam hari untuk melokalisasi kebakaran lahan gambut di sekitar permukiman warga.

Di Kabupaten Ketapang, kebakaran di Desa Simpang Tiga Sembelangaan, Kecamatan Nanga Tayap, diperkirakan telah membakar sekitar 1.000 hektar lahan. Keterbatasan akses darat dan jauhnya sumber air membuat tim mengusulkan dukungan water bombing.

Sementara di Kabupaten Kapuas Hulu, kebakaran di Desa Buak Limbang, Kecamatan Pengkadan, melanda area sekitar 400 hektar.

Di Kayong Utara dan Mempawah, petugas menghadapi kendala berupa minimnya sumber air akibat parit dan kanal yang mengering. Angin kencang juga memicu munculnya titik api baru.

Kalbar masih sangat mudah terbakar

Ancaman karhutla diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan peta potensi kemudahan terjadinya karhutla dari BMKG Stasiun Meteorologi Supadio, hampir seluruh wilayah Kalbar masih berada dalam kategori sangat mudah terbakar hingga 5 September 2026.

Karena itu, Norsan meminta masyarakat ikut mencegah munculnya titik api.

Ia mengingatkan warga tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membakar sampah atau sisa vegetasi yang dapat memicu kebakaran.

“Masyarakat memiliki peran penting dalam pencegahan karhutla. Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Jika melihat adanya titik api, segera laporkan agar dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas,” tegasnya.

Norsan juga meminta masyarakat menjaga kesehatan di tengah memburuknya kualitas udara dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak.

Warga di wilayah terdampak asap juga dianjurkan menggunakan masker medis atau masker N95 ketika beraktivitas di luar rumah.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami berharap seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan mendukung upaya penanganan karhutla yang sedang dilakukan,” pungkas Norsan.