banner 468x60
Aksara Landak

Apresiasi Ritual Bapinta Ka’ Jubata, Brigjen TNI Ahmad Fauzi Tekankan Pentingnya Jaga Alam dan Generasi

×

Apresiasi Ritual Bapinta Ka’ Jubata, Brigjen TNI Ahmad Fauzi Tekankan Pentingnya Jaga Alam dan Generasi

Sebarkan artikel ini

NGABANG — Ketua Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kabupaten Landak, Brigjen TNI Ahmad Fauzi, menghadiri langsung pelaksanaan ritual adat Bapinta Ka’ Jubata yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) di Tugu Batu Pakat, Terminal Bus Ngabang, Kabupaten Landak, Sabtu (5/9/2026) pagi.

​Ahmad Fauzi yang hadir bersama jajaran Satgas Karhutla, serta para siswa Sesko TNI, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif spiritual masyarakat adat Dayak melalui ritual Bapinta Ka’ Jubata dalam memohon perlindungan dari musibah karhutla dan kabut asap.

​”Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk menyaksikan langsung ritual Bapinta di wilayah adat Binua Pantu Seratus ini. Kita berharap ritual adat ini membawa kebaikan, keberkahan, serta kedamaian bagi seluruh masyarakat Kabupaten Landak,” ujar Fauzi dalam sambutannya.

Kualitas Udara Membaik Pasca-Hujan

​Dalam kesempatan tersebut, Jendral Bintang Satu tersebut membeberkan perkembangan signifikan terkait kondisi kualitas udara dan titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Landak setelah sempat berada pada tingkat berbahaya.

​Berdasarkan pemantauan Satgas Karhutla, indeks standar pencemaran udara di Kabupaten Landak sempat menyentuh angka ekstrem.

​”Kondisi cuaca udara di Landak sempat berada di angka 743, yang artinya sangat ekstrem dan super berbahaya. Sebagai perbandingan, di Jakarta angka 150 saja sudah dikategorikan berbahaya,” jelasnya.

​Namun, menyusul guyuran hujan yang mulai turun di beberapa wilayah, kondisi kualitas udara tercatat membaik secara drastis.

​”Hari ini puji syukur indeksnya turun drastis menjadi 190. Titik api (hotspot) yang sebelumnya sempat mencapai angka tertinggi 271 titik, hari ini terpantau hanya tersisa tiga titik. Kita patut bersyukur doa-doa yang dipanjatkan mulai dikabulkan,” kata Fauzi.

Tiga Pilar: Jaga Alam, Kesehatan, dan Generasi

​Di hadapan tokoh adat, pejabat pemerintah daerah, dan masyarakat yang hadir, Perwira Tinggi TNI tersebut menggarisbawahi pentingnya komitmen bersama dalam penanggulangan karhutla melalui pesan “Jaga Alam, Jaga Kesehatan, Jaga Generasi”.

​”Jika kita menjaga alam, maka alam yang akan menjaga kita. Dampak karhutla ini sangat luas, mulai dari sektor ekonomi hingga kesehatan, khususnya bagi anak-anak, ibu hamil, dan balita yang rentan terhadap paparan asap,” tegasnya.

​Brigjen TNI Fauzi menambahkan, upaya pencegahan karhutla dan pelestarian lingkungan pada hari ini merupakan investasi krusial demi masa depan generasi penerus di Kabupaten Landak.

​”Generasi mendatang harus tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki daya tahan tubuh yang baik. Apa yang kita lakukan hari ini termasuk melalui sinergi antara Satgas, tokoh adat, dan masyarakat adalah demi menyiapkan generasi penerus yang unggul di masa depan,” pungkasnya.