banner 468x60
Hiburan

Dendi Tampil Tanpa Beban, Publik Pontianak Jadi Senjata ke Semifinal

×

Dendi Tampil Tanpa Beban, Publik Pontianak Jadi Senjata ke Semifinal

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK — Sorakan publik Pontianak menjadi energi tambahan bagi Dendi Triansyah untuk melangkah ke semifinal POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026.

Tampil di hadapan pendukung sendiri di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Jumat (4/9), Dendi menundukkan wakil Malaysia, Cheam June Wei, dua gim langsung dengan skor 21-11, 21-10.

Dendi tampil percaya diri sejak awal pertandingan. Ia mampu mengendalikan permainan dan tidak membiarkan Cheam mengembangkan serangan.

Kemenangan tersebut tak lepas dari persiapan mental yang dilakukan Dendi. Menghadapi Cheam yang lebih senior dan berpengalaman, pemain Indonesia itu memilih memperkuat konsentrasi dan menjaga pikirannya tetap tenang.

“Lawan saya lebih berpengalaman, lebih senior, jadi tadi saya lebih siapkan pikiran dan mental yang kuat,” ujar Dendi.

Alih-alih menjadi beban, dukungan penonton justru membuat Dendi semakin percaya diri. Riuh sorakan dari tribun menjadi energi tambahan setiap kali ia mendapatkan poin.

Sebaliknya, atmosfer pertandingan dinilai membuat Cheam kesulitan menemukan permainan terbaiknya.

“Dukungan penonton jadi senjata saya hari ini. Dia mungkin grogi jadi tidak bisa bermain sesuai yang dia mau. Seperti bingung mainnya,” kata Dendi.

Di lapangan, Dendi juga menjalankan strategi dengan disiplin. Ia berusaha meminimalkan kesempatan Cheam untuk melancarkan serangan, terutama karena pemain Malaysia tersebut dikenal memiliki kemampuan menyerang yang menjadi salah satu kekuatannya.

“Kunci kemenangan saya tadi adalah tidak banyak memberikan dia bola serangan karena dia bagus serangannya,” jelasnya.

Tiket semifinal ini sekaligus menjadi pembuktian kebangkitan Dendi setelah hasil kurang maksimal pada International Challenge pekan sebelumnya. Kekalahan tersebut dijadikannya sebagai bahan evaluasi untuk tampil lebih baik di Pontianak.

“Saya sangat bersyukur bisa ke semifinal setelah minggu lalu di International Challenge hasilnya kurang bagus. Tapi saya belum merasa puas, saya ingin bisa menang di Indonesia Masters,” tegas Dendi.

Kini Dendi hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mencapai partai final. Dukungan publik Pontianak masih akan menjadi modal penting bagi tunggal putra Indonesia itu.

Namun, Dendi sadar perjalanan menuju gelar juara belum selesai. Ia memilih menjaga fokus dan tidak terlena dengan keberhasilan menembus semifinal.

Targetnya jelas: melangkah lebih jauh dan mengakhiri turnamen di kandang sendiri dengan gelar juara.