banner 468x60
Pontianak

Pasar Murah Digelar Saat Car Free Day, Warga Pontianak Serbu Beras hingga Cabai

×

Pasar Murah Digelar Saat Car Free Day, Warga Pontianak Serbu Beras hingga Cabai

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Warga yang tengah menikmati Car Free Day di Kota Pontianak, Minggu (4/10/2026), mendapat kesempatan berbelanja kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Pemerintah Kota Pontianak menggelar pasar murah di halaman PMI Kota Pontianak.

Sejumlah kebutuhan pangan seperti beras, telur, cabai, sayur-mayur dan komoditas lainnya disediakan dalam kegiatan tersebut. Warga pun tampak memanfaatkan kesempatan itu untuk berbelanja setelah berolahraga.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pasar murah merupakan salah satu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga sekaligus menekan laju inflasi.

“Ini sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sembako dan kebutuhan pangan,” kata Edi.

Menurut dia, kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi Pemerintah Kota Pontianak dengan Bank Indonesia, BUMD, serta pelaku usaha ritel seperti Indomaret dan Alfamart.

Pasar murah dan operasi pasar, lanjut Edi, tidak hanya bertujuan menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Pemerintah juga berupaya memastikan distribusi komoditas tetap berjalan ketika terjadi gejolak harga.

“Yang pertama kita bantu distribusinya, kemudian kita bantu menstabilkan harga ketika terjadi lonjakan di pasar-pasar,” ujarnya.

Edi menyebut pasar murah telah digelar selama dua pekan dan menjangkau enam kecamatan di Kota Pontianak. Kegiatan serupa akan kembali dilaksanakan di sejumlah titik sesuai kebutuhan dan kondisi harga di lapangan.

Ia mengatakan, komoditas pangan menjadi perhatian karena kenaikan harganya langsung berdampak terhadap pengeluaran rumah tangga. Karena itu, pemerintah akan melakukan intervensi ketika terjadi lonjakan harga pada komoditas tertentu.

Bagi warga, pasar murah juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan kebutuhan dapur dengan harga yang lebih ringan.

Asih (46), warga Pontianak Kota, mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut. Ia membeli sejumlah kebutuhan pokok karena harganya dinilai lebih terjangkau dibandingkan yang ditemuinya di pasar.

“Lumayan membantu, terutama untuk beras, telur dan kebutuhan dapur. Kalau harganya lebih murah, selisihnya bisa dipakai untuk membeli kebutuhan lain,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Dwi (39), warga Pontianak Tenggara. Awalnya, ia datang untuk berolahraga saat Car Free Day. Namun, keberadaan pasar murah membuatnya mampir dan membeli sayur-mayur serta cabai.

“Senang ada kegiatan seperti ini. Sayur dan cabai kan hampir setiap hari dibutuhkan. Kalau harganya lebih terjangkau tentu sangat membantu,” katanya.