AKSARALOKA.COM, PONTIANAK – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat resmi membuka Lomba Merancang Logo guna menghadirkan identitas visual baru yang mencerminkan kekayaan serta keragaman seni dan budaya daerah, 5 September 2026.
Sayembara terbuka bagi warga Kalimantan Barat ini mengusung tema besar “Semangat Pembaruan Ruang Publik Inklusif” dengan total hadiah (prize pool) sebesar Rp15 juta untuk 5 karya terbaik.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, menyampaikan bahwa kompetisi ini digelar sebagai wadah kreativitas bagi masyarakat Kalbar dalam merepresentasikan semangat, keberagaman, dan kekayaan seni budaya lokal melalui sebuah karya visual.
“Kami mengundang seluruh warga Kalbar yang memiliki ide dan kreativitas di bidang desain grafik untuk berpartisipasi dalam Lomba Merancang Logo Taman Budaya ini,” ujar Syarif Faisal Indahmawan Alkadri.
Syarif menerangkan, pendaftaran dan pengumpulan karya dibuka mulai tanggal 5 hingga 30 September 2026. Proses penilaian oleh dewan kurator akan berlangsung pada 2–3 Oktober 2026, dan pemenang akan diumumkan secara resmi pada 8 Oktober 2026.
Adapun persyaratan utama bagi peserta yakni merupakan warga negara Indonesia (WNI) berkewarganegaraan Indonesia yang memiliki KTP dan berdomisili di wilayah Kalimantan Barat tanpa batasan usia.
Mengenai ketentuan teknis, karya logo harus berbentuk typography & icon atau typography saja, bersifat orisinal, serta belum pernah diikutkan dalam kompetisi mana pun. Peserta juga dilarang keras menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembuatan logo.
“Seluruh berkas dikirimkan dalam format PDF yang dilengkapi dengan narasi konsep pembuatan logo serta penuangan mockup media seperti stationery, signage, merchandise, hingga baliho,” jelas Syarif.
Ia berharap melalui sayembara ini lahir karya logo yang tidak hanya estetis, tetapi juga mampu menginspirasi serta memperkuat peran Taman Budaya sebagai ruang publik yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Saatnya tuangkan gagasan dan kreativitas terbaik demi mengharumkan serta melestarikan warisan seni budaya Kalimantan Barat,” pungkasnya.

















