banner 468x60
Hiburan

Rehan/Melati Kalah Dua Gim dari Liao/Zhang di Semifinal Indonesia Masters 2026

×

Rehan/Melati Kalah Dua Gim dari Liao/Zhang di Semifinal Indonesia Masters 2026

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Ganda campuran Indonesia Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti gagal melaju ke final Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari pasangan China Liao Pin Yi/Zhang Jia Han.

Tampil di hadapan ribuan penonton di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Sabtu (5/9/2026), Rehan/Melati takluk dua gim langsung dengan skor 18-21, 18-21.

Hasil tersebut mengakhiri perjalanan Rehan/Melati di turnamen sekaligus menjadi ujian penting bagi pasangan yang relatif baru dipasangkan. Meski gagal mencapai final, pertandingan semifinal memberi mereka gambaran mengenai sejumlah aspek permainan yang masih perlu dibenahi.

Pada gim pertama, Rehan/Melati mengawali laga dengan meyakinkan. Mereka langsung unggul 4-1 dan mampu mempertahankan jarak hingga 8-5.

Namun, Liao/Zhang perlahan menemukan ritme permainan. Setelah menyamakan kedudukan 9-9, pasangan China berbalik unggul 11-10 dan mulai mengambil kendali pertandingan.

Liao/Zhang kemudian memperlebar keunggulan menjadi 14-10. Rehan/Melati sempat berusaha memangkas jarak, tetapi tekanan lawan membuat mereka kesulitan merebut kembali momentum.

Pasangan China mempertahankan keunggulan hingga menutup gim pertama dengan skor 21-18.

Persaingan berlangsung lebih ketat pada gim kedua. Kedua pasangan saling mengejar hingga skor 4-4 sebelum Rehan/Melati membangun keunggulan 9-6.

Rehan/Melati bahkan mampu memperlebar jarak menjadi 11-7. Namun, keunggulan tersebut kembali terlepas setelah Liao/Zhang mengejar hingga kedudukan 13-13.

Rehan/Melati sempat kembali memimpin 16-14, tetapi pasangan China terus memberikan tekanan. Liao/Zhang kemudian menyamakan kedudukan menjadi 17-17.

Pertandingan semakin menegangkan ketika skor kembali imbang 18-18. Dua poin beruntun membuat Liao/Zhang unggul 20-18.

Rehan/Melati mencoba memperpanjang pertandingan, tetapi momentum sudah berada di tangan pasangan China. Liao/Zhang akhirnya menutup gim kedua 21-18 sekaligus memastikan tempat di final.

Bagi Melati, pertandingan tersebut menjadi pelajaran penting, terutama karena dirinya dan Rehan masih dalam proses membangun chemistry sebagai pasangan baru.

Menurut Melati, kualitas pemain China menjadi gambaran mengenai ketatnya persaingan yang harus mereka hadapi.

“Yang pasti kita tahu pemain China, mau junior maupun senior, semuanya punya kualitas yang sangat bagus. Ini jadi satu pelajaran buat kita sebagai partner baru,” ujar Melati.

Melati juga menyoroti perubahan pola permainan lawan sebagai salah satu faktor yang membuat Rehan/Melati kehilangan keunggulan.

“Kalau menurut saya, mereka mengubah pola permainan. Pas kita leading, mereka mengubah pola permainan dan kita lambat untuk mengatasi itu. Jadinya, kita banyak melakukan kesalahan sendiri,” jelasnya.

Perubahan pola tersebut beberapa kali membuat keunggulan Rehan/Melati menguap. Selain kemampuan membaca permainan lawan, komunikasi di antara keduanya juga menjadi pekerjaan rumah.

Rehan mengakui pertandingan semifinal membantu mereka menemukan bagian permainan yang masih lemah.

“Benar seperti yang dikatakan Meli tadi, jadi kita tahu yang lemah kita di mana. Nanti ke depannya kita bakal perbaiki itu. Kita bakal tutup itu semua,” kata Rehan.

Dengan demikian, kekalahan di semifinal tidak hanya menjadi akhir perjalanan Rehan/Melati di Pontianak. Laga tersebut juga menjadi bahan evaluasi bagi pasangan baru Indonesia itu untuk memperbaiki komunikasi, menjaga keunggulan, dan merespons perubahan pola permainan lawan sebelum menghadapi turnamen berikutnya.