AKSARALOKA.COM, KUBU RAYA-Pemantauan tumbuh kembang anak merupakan bentuk upaya mengoptimalkan gerakan pencegahan dan penanganan stunting.
Sebagai garda terdepan, tentu hal ini menjadi fokus utama bagi seluruh kader posyandu dan tenaga kesehatan.

Melihat hal tersebut, Pertamina Patra Niaga DPPU Supadio menggelar Kelas Kader Sehati 2.0 bertemakan “Refreshment Stimulasi, Deteksi, Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak (SDIDTK) dan Sistem Pelaporan Rutin Posyandu” pada Selasa (25/10) yang lalu di Aula Kantor Desa Mekar Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Dikatakan terpisah oleh Wibisono selaku Operation Head DPPU Supadio bahwa pelatihan ini merupakan bentuk pemberdayaan program CSR yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para kader posyandu binaan secara berkelanjutan dan menjadi media komunikasi dalam mendukung target program terutama dalam penurunan angka stunting daerah.
Wibisono menyampaikan bahwa salah satu celah terjadinya kasus stunting adalah kurang intensnya komunikasi antara kader dan orang tua mengenai tumbuh kembang anak.

Oleh karena itu, SDIDTK dirasa dapat menjadi acuan para kader posyandu binaan dalam pemberian layanan kepada penerima manfaat.
“Pertamina berupaya meningkatkan kapasitas para kader posyandu binaan secara berkelanjutan. Melalui kegiatan Kelas Kader Sehati 2.0 ini diharapkan dapat menjadi refreshment terhadap pengetahuan dan keterampilan para kader,” ujarnya.
Fia Sulianti sebagai pemateri pertama menjelaskan bahwa kunci keberhasilan SDIDTK adalah ketika para kader mampu mengidentifikasi tumbuh kembang anak dari 0 hari hingga 70 bulan.
Banyak kasus dimana kader, tenaga kesehatan dan orang tua terlambat mengetahui gangguan tumbuh kembangnya. Melalui pengoptimalan pelayanan posyandu dan komunikasi dengan orang tua anak, gangguan tumbuh kembang tersebut dapat dicegah.
Adapun beberapa kebutuhan-kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang yang optimal dapat dilakukan dengan memberikan kebutuhan nutrisi dan lingkungan yang baik, menciptakan rasa aman dengan pola asuh demokratik, hingga memberikan memberikan stimulasi guna mengasah sensorik, kognitif, moral, dan lain sebagainya.
“Kita tidak hanya memperhatikan pertumbuhan anak seperti ukuran fisik dan struktur tubuh, namun sebagai kader posyandu dan tenaga kesehatan kita juga harus memperhatikan perkembangan anak. Maka dari itu komunikasi kader yang baik dapat membuat orang tua bahwa keterbukaan informasi tentang kondisi anaknya adalah hal yang penting untuk diperhatikan,” ujar Fia.
Setelah kader posyandu binaan mempelajari tentang SDIDTK, pembahasan dilanjutkan oleh Mita Dewi Astuti melalui materi Pelaporan Rutin Posyandu.
Pada sesi ini, sebanyak 50 Kader Posyandu Sehati diminta untuk melakukan pengisian SKDN setiap bulan untuk melihat capaian keberhasilan posyandu, serta mengevaluasi pelayanan posyandu setiap bulannya.
Kegiatan tersebut diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan ilmu yang diberikan untuk meningkatkan derajat kesehatan keluarga dan masyarakat.
Nurjati selaku kader posyandu mengatakan rasa terima kasih dengan adanya program tersebut.
“Alhamdulillah melalui pembinaan dari Pertamina, ilmu pengetahuan dan keterampilan jadi semakin bertambah, sehingga kami dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” kata Nurjati.
Di lokasi terpisah Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Susanto August Satria menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) Perusahaan dalam mendukung program Pemerintah untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yaitu nomor 3 Menjamin Kehidupan yang Sehat dan Meningkatkan Kesejahteraan Seluruh Penduduk Semua Usia.
“Kegiatan pelayanan kesehatan yang selama ini telah rutin dilakukan oleh posyandu, memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan penyakit dan perbaikan gizi, khususnya bagi bayi dan balita sehingga perlunya pendampingan bagi kader posyandu dan diharapkan dapat memperkaya pengetahuan yang dimiliki kader,” ujarnya.



