banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Pemerintah Siapkan Langkah Jangka Panjang Cegah Karhutla Berulang di Kalbar

×

Pemerintah Siapkan Langkah Jangka Panjang Cegah Karhutla Berulang di Kalbar

Sebarkan artikel ini

MEMPAWAH – Meski titik api di Kalimantan Barat mulai padam, pemerintah tak ingin lengah. Dalam rapat koordinasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Balai Diklat Transportasi Darat (BP2TD) Mempawah, Jumat, 8 Agustus 2025, Gubernur Kalbar Ria Norsan menegaskan bahwa penanganan jangka panjang harus segera dirancang.

“Hujan mulai turun, dan sebagian besar api sudah padam. Hanya tersisa satu-dua titik kecil,” kata Norsan.

Ia menyebut kerja sama lintas sektor—pemerintah daerah, kepolisian, Manggala Agni, BNPB, hingga masyarakat—berhasil menekan sebaran api.

“Hasilnya memuaskan, sinergi berjalan baik,” ujarnya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang hadir dalam rapat itu menyoroti potensi kebakaran berulang, terutama di lahan gambut. Menurutnya, sumber api bisa muncul karena dua hal: dibakar manusia atau dipicu kondisi alami.

“Wilayah gambut kering mudah terbakar meski tanpa disengaja. Pengawasan harus terus diperketat,” tegasnya.

Sigit juga menekankan pentingnya deteksi dini. Posko pengawasan yang kini berdiri di dekat titik rawan api diminta aktif memantau pergerakan hotspot menggunakan teknologi.

“Tim BPBD, RNI, Manggala Agni, dan relawan harus terus siaga,” katanya.

Soal pembakaran berbasis kearifan lokal, Kapolri mengingatkan agar tetap dalam koridor hukum.

“Kearifan lokal boleh dilakukan, tapi ada syarat teknis yang ketat. Harus ada sekat bakar, dan pembakaran wajib diawasi sampai selesai,” ujarnya. Ia meminta aturan ini disosialisasikan kepada petugas pemberi izin.

Pemerintah juga mengantisipasi kemarau panjang tahun depan akibat fenomena La Nina. Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menekankan pentingnya ketersediaan air di lokasi rawan.

“Embung, kanal, sungai, atau waduk harus siap digunakan untuk pemadaman, baik manual maupun lewat water bombing,” kata Hanif.

Peralatan pemadam juga harus disesuaikan dengan kondisi geografis wilayah. Koordinasi antarinstansi dinilai krusial untuk efektivitas di lapangan.

Sementara itu, Kapolda Kalbar mengusulkan agar lahan-lahan yang rutin terbakar dikaji untuk dialihfungsikan menjadi lahan pertanian.

“Kalau terus terbakar setiap tahun, lebih baik dijadikan lahan produktif. Ini bisa masuk dalam program ketahanan pangan,” katanya.

Rakor karhutla di Mempawah menegaskan satu hal: meski api mulai reda, bahaya belum sepenuhnya hilang.

Pemerintah tak hanya mengejar pemadaman, tapi juga menyiapkan solusi jangka panjang untuk memutus siklus kebakaran tahunan.