MEMPAWAH — Memasuki penghujung Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Mempawah mengajak aparatur sipil negara (ASN) tidak mengendurkan semangat beribadah. Justru, sepuluh malam terakhir Ramadan dinilai menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus melakukan introspeksi diri.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Mempawah Juli Suryadi saat menghadiri pembinaan mental dan spiritual bagi ASN di Musholla Nurussalim, Komplek Kantor Bupati Mempawah, Jumat (13/3/2026).
Di hadapan para ASN dan PPPK, Juli mengingatkan pentingnya menjaga istiqamah dalam beribadah, terlebih ketika Ramadan mulai mendekati akhir.
Menurutnya, memasuki hari ke-23 Ramadan bukan berarti waktu untuk mengendurkan ibadah. Sebaliknya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Ceramah agama ini bukan sekadar rutinitas mingguan, tetapi menjadi wadah bagi kita semua untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan, khususnya dalam sepuluh malam terakhir Ramadan,” kata Juli.
Ia mengajak para ASN memanfaatkan sisa Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan meningkatkan kualitas amal, tanpa mengesampingkan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
“Manfaatkan sisa waktu yang ada dengan meningkatkan kualitas ibadah sekaligus tetap menjaga kinerja,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana khusyuk. Rangkaian acara diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qori Kholis Hibatullah.
Suasana semakin religius ketika Ustaz Jamaluddin Hamid, S.Pd menyampaikan tausiyah mengenai hikmah malam Lailatul Qadar dan persiapan menyambut Idulfitri dengan hati yang bersih.
Jamaluddin mengingatkan jamaah agar tidak melewatkan sepuluh malam terakhir Ramadan. Selain memperbanyak ibadah dan doa, momentum tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi diri atas perjalanan spiritual selama Ramadan.
“Sepuluh malam terakhir merupakan kesempatan untuk memperbanyak amal dan memohon keberkahan, termasuk berharap dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar,” pesan Jamaluddin dalam tausiyahnya.
Kegiatan pembinaan mental dan spiritual tersebut sekaligus menjadi agenda penutup rangkaian Ceramah Jumat yang digelar Pemkab Mempawah selama Ramadan 1447 Hijriah.
Pemkab Mempawah berharap kegiatan keagamaan semacam ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi turut memperkuat hubungan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya Kabupaten Mempawah yang maju, religius, serta menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para kepala OPD, asisten, staf ahli, serta ASN dan PPPK di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mempawah.

















