banner 468x60
INFO MEMPAWAH

Dari Ikan dan Ayam, Ibu-Ibu Mempawah Belajar Merintis Usaha dari Rumah

×

Dari Ikan dan Ayam, Ibu-Ibu Mempawah Belajar Merintis Usaha dari Rumah

Sebarkan artikel ini

MEMPAWAH — Dari dapur sederhana di Desa Sejegi, Kecamatan Mempawah Timur, peluang usaha bagi keluarga mulai dirintis. Sejumlah kelompok UP2K PKK desa dan kelurahan mengikuti pelatihan pembuatan nugget berbahan ikan dan ayam di Rumah Dilan, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi TP PKK Kabupaten Mempawah itu tidak sekadar mengajarkan cara mengolah makanan. Di balik olahan nugget, ada upaya mendorong keluarga memanfaatkan potensi bahan baku lokal sekaligus membuka peluang pendapatan dari rumah.

Wakil Bupati Mempawah yang membuka pelatihan tersebut mengatakan, keterampilan mengolah ikan dan ayam dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha rumahan.

“Melalui pelatihan ini, kita ingin para peserta mampu mengolah bahan baku lokal seperti ikan dan ayam menjadi produk bernilai tinggi. Ini bukan hanya soal memasak, tapi bagaimana menciptakan peluang usaha yang berdaya saing,” ujarnya.

Mempawah memiliki potensi di sektor perikanan dan peternakan. Namun, potensi tersebut menurutnya perlu didorong lebih jauh melalui pengolahan yang mampu meningkatkan nilai tambah produk.

Ikan dan ayam yang selama ini dijual sebagai bahan mentah dapat dikembangkan menjadi produk olahan siap konsumsi. Salah satunya nugget yang relatif praktis, memiliki pasar luas, dan dapat diproduksi dalam skala rumah tangga.

Pelatihan tersebut sekaligus menyentuh aspek pemenuhan gizi keluarga. Olahan ikan dan ayam dapat menjadi alternatif sumber protein yang praktis, termasuk untuk mendukung kebutuhan makanan bergizi masyarakat dalam program MBG.

Ketua TP PKK Kabupaten Mempawah, Rosnilawati, mengatakan pelatihan ini diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga.

“Nugget yang kita pelajari hari ini bukan sekadar makanan olahan, tetapi sumber protein bergizi yang praktis dan memiliki potensi ekonomi tinggi,” katanya.

Ia berharap peserta tidak berhenti pada kemampuan membuat nugget. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dikembangkan menjadi produk usaha yang memiliki kemasan menarik, cita rasa konsisten, serta mampu bersaing di pasar.

Menurutnya, peserta juga memiliki peran untuk menyebarkan pengetahuan tersebut kepada kelompok masyarakat lainnya. Dengan begitu, manfaat pelatihan dapat meluas dan tidak berhenti pada peserta yang hadir.

“Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ikuti dengan serius, jangan ragu bertanya, dan praktikkan setiap ilmu yang didapat. Semoga ini menjadi bekal keterampilan yang berkelanjutan,” pesannya.

Dari sebuah pelatihan sederhana, peluang yang lebih besar sedang dibangun: bahan baku lokal menjadi produk bernilai tambah, dapur rumah berubah menjadi ruang produksi, dan keterampilan para ibu perlahan bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi keluarga.