banner 468x60
INFO MEMPAWAH

Mempawah Bidik Predikat Kabupaten Layak Anak Lebih Tinggi

×

Mempawah Bidik Predikat Kabupaten Layak Anak Lebih Tinggi

Sebarkan artikel ini

MEMPAWAH — Pemerintah Kabupaten Mempawah terus memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak. Salah satu langkahnya dilakukan melalui Rapat Koordinasi Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2026 di Aula Dinas Sosial PPPAPM dan Pemdes, Selasa (7/4/2026).

Sekretaris Daerah Kabupaten Mempawah, Ismail, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi. Keberhasilan pembangunan juga tercermin dari kemampuan pemerintah memastikan hak-hak anak terpenuhi.

Menurut Ismail, anak merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Karena itu, pembangunan yang menyangkut anak harus dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai sektor.

“Anak-anak adalah generasi penerus yang menentukan masa depan daerah. Kita wajib memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan potensi,” ujarnya.

Ismail mengatakan, peningkatan predikat KLA membutuhkan kerja bersama, bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Ia menekankan setidaknya empat hal yang perlu diperkuat.

Pertama, sinergi lintas sektor dengan melibatkan organisasi perangkat daerah, dunia usaha, hingga masyarakat. Kedua, ketersediaan data dan layanan yang ramah anak sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program.

Selanjutnya, pencegahan kekerasan dan eksploitasi anak melalui penguatan sistem perlindungan serta edukasi bagi keluarga. Aspek lainnya adalah membuka ruang lebih luas bagi anak untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan.

Kabupaten Mempawah sendiri telah menginisiasi program KLA sejak 2019. Upaya tersebut mengantarkan Mempawah meraih penghargaan kategori Pratama pada 2023 dan kembali mempertahankan predikat tersebut pada 2025.

Namun, capaian itu dinilai masih perlu ditingkatkan. Sejumlah indikator menjadi perhatian, khususnya klaster kelembagaan, hak sipil dan kebebasan, serta lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.

Melalui rakor tersebut, Pemkab Mempawah berharap dapat merumuskan rencana aksi yang lebih konkret, terukur, dan berkelanjutan untuk memperkuat pemenuhan hak anak.

Ismail menegaskan, peningkatan predikat KLA bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan memastikan kebijakan pemerintah benar-benar memberikan dampak bagi kehidupan anak-anak di Mempawah.

“Komitmen ini harus menjadi gerakan nyata yang manfaatnya dirasakan seluruh anak di Kabupaten Mempawah,” pungkasnya.