banner 468x60
Peristiwa

SAR Gabungan Temukan Puing Heli PK-CFX di Wilayah Sekadau, Evakuasi Terkendala Cuaca dan Medan

×

SAR Gabungan Temukan Puing Heli PK-CFX di Wilayah Sekadau, Evakuasi Terkendala Cuaca dan Medan

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, KALBAR – Titik lokasi jatuhnya helikopter PK-CFX di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mulai menemukan titik terang.

Tim Search and Rescue (SAR) gabungan menduga telah menemukan lokasi jatuhnya helikopter tersebut berdasarkan hasil pemantauan udara.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengungkapkan indikasi tersebut terlihat saat tim melakukan pemantauan menggunakan helikopter Super Puma milik TNI Angkatan Udara.

“Dari hasil pantauan udara menggunakan helikopter, terlihat adanya puing-puing yang diduga merupakan bagian dari helikopter tersebut,” ujar Junetra kepada wartawan, Kamis malam (16/4/2026).

Meski demikian, proses evakuasi menuju titik yang diduga sebagai lokasi jatuhnya helikopter masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Medan perbukitan yang terjal serta kondisi cuaca yang diguyur hujan menjadi tantangan utama bagi tim SAR.

“Kendala di lapangan cukup berat. Lokasi berupa perbukitan dan saat ini kondisi cuaca hujan,” jelasnya.

Dengan mempertimbangkan faktor keselamatan personel, tim SAR merencanakan proses evakuasi akan dilanjutkan pada Jumat pagi (17/4/2026).

Saat ini seluruh personel gabungan masih bersiaga sambil terus memantau perkembangan situasi di lokasi.

Sebelumnya, helikopter dengan kode registrasi PK-CFX dilaporkan hilang kontak di wilayah Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, pada Kamis pagi (16/4/2026) sekitar pukul 08.39 WIB.

Laporan hilangnya kontak tersebut diterima Kantor SAR Pontianak dari pihak AirNav pada pukul 10.40 WIB.

Berdasarkan data awal, titik perkiraan lokasi kejadian berada pada koordinat 00°12’00” LS – 110°44’00” BT, atau sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang dengan arah radial 258 derajat.

Helikopter tersebut diketahui tengah dalam perjalanan dari Kabupaten Sintang menuju Kota Pontianak sebelum akhirnya hilang kontak di tengah penerbangan.

Tim gabungan dari Sintang telah lebih dahulu bergerak menuju lokasi. Selanjutnya, tambahan 20 personel dari Pontianak turut dikerahkan untuk memperkuat proses pencarian.

Hingga saat ini, kondisi helikopter maupun kru di dalamnya masih belum diketahui.

Medan sulit di kawasan pedalaman menjadi tantangan serius dalam operasi pencarian.

Meski demikian, tim SAR memastikan upaya maksimal terus dilakukan untuk menemukan lokasi pasti serta mengevakuasi korban.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pihak berwenang terkait perkembangan terbaru di lapangan.