KETAPANG – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menerima ekspose persiapan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIII tingkat Kabupaten Ketapang tahun 2026, Kamis (16/04/2026). Kegiatan berlangsung di ruang kerja Bupati di Pendopo Ketapang.
Ekspose tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan MTQ XXXIII yang dijadwalkan digelar di Kecamatan Muara Pawan pada 13 hingga 16 Juni 2026.
Dalam pemaparannya, panitia menyampaikan kesiapan pelaksanaan secara menyeluruh, mulai dari aspek teknis kegiatan, lokasi pelaksanaan, hingga dukungan sarana dan prasarana. Selain itu, disampaikan pula perkembangan terkini di lapangan serta langkah-langkah strategis guna memastikan kegiatan berjalan lancar.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Alexander Wilyo menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Ketapang terhadap penyelenggaraan MTQ XXXIII. Ia menekankan pentingnya sinergi antar seluruh pihak agar kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan sukses.
“Kami mendukung penuh pelaksanaan MTQ ini. Saya berharap seluruh panitia dapat bekerja maksimal sehingga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati juga menaruh harapan besar terhadap kualitas peserta yang akan berlaga. Ia menargetkan para juara MTQ tingkat kabupaten ini mampu bersaing dan mewakili Ketapang pada MTQ XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang akan digelar di Kabupaten Kayong Utara.
Menurutnya, peningkatan prestasi di tingkat provinsi menjadi salah satu tujuan utama, sekaligus upaya mengharumkan nama daerah.
“Kita berharap para juara nantinya dapat tampil maksimal di tingkat provinsi dan mampu meningkatkan peringkat Kabupaten Ketapang pada MTQ Kalimantan Barat,” tambahnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri jajaran Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Ketapang, pimpinan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an, serta panitia pelaksana MTQ XXXIII Kecamatan Muara Pawan.
Dengan dukungan penuh pemerintah daerah dan sinergi seluruh pihak, pelaksanaan MTQ XXXIII diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat syiar Islam serta membangun karakter masyarakat yang religius di Kabupaten Ketapang.

















