SINTANG, Aksaraloka.com – Suasana duka menyelimuti prosesi persemayaman Praka (Anumerta) Aprianus di Gereja Katedral Sintang, Sabtu (2/5/2026).
Tangis keluarga, terutama sang ibu, pecah saat melepas kepergian prajurit muda yang gugur dalam tugas negara.

Aprianus dilaporkan gugur pada Rabu (29/4/2026) saat terlibat kontak tembak di Papua. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Sintang.

Di hadapan peti jenazah yang diselimuti nuansa duka, sang ibu, Agnes Niga, tak mampu menyembunyikan kesedihannya.
Ia terus menangis, menatap anak yang telah dibesarkannya kini terbujur kaku tanpa kata.

Prosesi penghormatan terakhir berlangsung khidmat. Komandan Kodim 1205/Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono, memimpin upacara dengan penuh penghormatan.
“Kami kehilangan putra terbaik bangsa,” ujarnya.

Sejumlah pejabat daerah turut hadir, termasuk Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, yang menyampaikan bahwa Aprianus adalah sosok pemuda yang telah mengabdikan diri sepenuhnya untuk negara.
Usai disemayamkan, jenazah dibawa ke Taman Makam Pahlawan Syuhada Pertiwi untuk dimakamkan secara militer.

Dentuman salvo mengiringi prosesi pemakaman, sementara bendera Merah Putih yang menyelimuti peti dilipat dengan penuh penghormatan.
Isak tangis kembali pecah saat liang lahat mulai ditutup.

Keluarga tampak tak kuasa menahan kesedihan atas kepergian sosok yang selama ini menjadi kebanggaan mereka.

Bagi negara, Aprianus adalah prajurit yang gugur dalam tugas. Namun bagi keluarga, ia adalah anak dan harapan yang kini telah tiada.

Aprianus kini beristirahat dalam damai di bumi yang telah ia bela hingga akhir hayatnya.











