“Hati-hati ya, Ma” Jadi Kenangan Abadi
SINTANG – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga Praka (Anumerta) Aprianus, prajurit TNI yang gugur saat menjalankan tugas negara di Papua.
Suasana haru terasa di rumah duka di Jalan Baning Hulu, Gang Seteluk, Kelurahan Baning Kota, Kecamatan Sintang, Jumat (1/5/2026).
Ibunda almarhum, Agnes, berusaha tegar mengenang sosok anak bungsunya yang dikenal sederhana, penurut, dan penuh tanggung jawab.

Ia menceritakan, sejak kecil Aprianus tumbuh di lingkungan keluarga petani dan tidak pernah merepotkan orang tua.
“Dari kecil dia di kampung. Kami ini hanya petani, tapi dia tidak pernah buat kami pusing. Dari SMP sampai SMA dia rajin, tidak pernah keluar malam,” ungkap Agnes dengan suara bergetar.
Keputusan menjadi prajurit TNI, lanjut Agnes, merupakan pilihan hidup Aprianus sendiri sebagai bentuk tekad untuk mengubah nasib keluarga.
“Dia memang nekat mau jadi tentara. Itu keinginannya sendiri,” ujarnya.
Meski harus kehilangan, Agnes mengaku bangga atas pengabdian anaknya. Ia menyebut, Aprianus gugur secara terhormat saat bertugas di medan operasi.

“Komandannya bilang dia pahlawan terbaik. Kami bersyukur anak kami bisa pulang dengan utuh, walaupun cuaca waktu itu tidak bagus,” katanya.
Namun, duka keluarga bertambah karena kabar gugurnya Aprianus justru lebih dahulu diterima dari pihak luar.
Agnes mengaku sempat merasakan firasat sebelum kabar itu datang.
“Saya di pasar waktu itu sudah merasa tidak enak. Ternyata benar, kami dapat kabar duluan dari luar,” tuturnya.
Kenangan terakhir bersama sang anak menjadi momen yang tak terlupakan. Percakapan sederhana sebelum keberangkatan kini menjadi pesan terakhir yang membekas.
“Terakhir hari Senin pagi, saya bilang, ‘kalau ke hutan hati-hati, jaga diri, jangan lupa berdoa.’ Dia jawab, ‘iya Ma’,” kenangnya.

Aprianus juga sempat mengungkapkan rencana sederhana sepulang tugas.
“Dia bilang nanti pulang bulan sebelas, pacarnya mau diajak ke sini. Itu terakhir kali dia bicara,” ucap Agnes sambil menahan tangis.
Rencananya, jenazah almarhum akan disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan.
Prosesi penghormatan terakhir akan diawali di Gereja Katedral Sintang sebelum diserahkan kepada pihak TNI.
Diketahui, Praka (Anumerta) Aprianus merupakan prajurit TNI asal Desa Pakak, Kecamatan Kayan Hilir, Kabupaten Sintang.

Ia bertugas di Yonif 611/Awl dan tengah menjalankan penugasan dalam Satgas Yonif 623/BWU di Papua.
Almarhum gugur setelah terkena tembakan di bagian leher saat terjadi kontak senjata dengan kelompok bersenjata di Kabupaten Nduga, Papua, Rabu (29/4/2026).











