banner 468x60
Sintang

Sintang Belum Temukan Kasus Positif Campak, Delapan Warga Masih Berstatus Suspek

×

Sintang Belum Temukan Kasus Positif Campak, Delapan Warga Masih Berstatus Suspek

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, SINTANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus positif campak.

Meski demikian, delapan warga tercatat sebagai suspek dan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Haryono Linoh, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kasus tersebut.

“Untuk campak di Kabupaten Sintang sampai hari ini belum ada yang dinyatakan positif. Namun yang dicurigai sudah ada beberapa, total sekitar delapan orang,” ujarnya.

Ia merinci, lima suspek berasal dari wilayah kerja Puskesmas Tanjung Puri, satu orang dari Rumah Sakit Umum Daerah, serta masing-masing satu orang dari wilayah Tempunak dan Pandan.

Menurutnya, status suspek belum tentu berarti positif karena masih menunggu hasil uji laboratorium.

“Suspek itu bisa jadi positif atau negatif, tergantung hasil pemeriksaan darah di laboratorium,” jelasnya.

Sampel darah dari para pasien tersebut telah dikirim ke Pontianak dan selanjutnya akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium rujukan di Jakarta.

“Sudah kami kirim, sekarang tinggal menunggu hasil dari pusat,” tambahnya.

Secara medis, campak merupakan penyakit infeksi virus yang umumnya diawali gejala demam tinggi, batuk, pilek, sakit tenggorokan, mata merah, hingga munculnya bercak merah pada kulit.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa munculnya bercak merah belum tentu menandakan campak karena bisa juga disebabkan alergi atau penyakit kulit lainnya.

Untuk memastikan diagnosis, diperlukan pemeriksaan laboratorium.

Haryono menegaskan langkah paling efektif untuk mencegah campak adalah melalui imunisasi, terutama bagi anak-anak.

“Campak ini banyak menyerang balita, jadi imunisasi sangat penting. Silakan orang tua membawa anaknya ke posyandu untuk mendapatkan imunisasi campak,” imbaunya.

Selain imunisasi, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan diri, rutin mencuci tangan, serta menggunakan masker karena campak dapat menular melalui percikan air liur.

Ia juga mengingatkan bahwa campak berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada kelompok rentan seperti balita.

“Campak bisa menyebabkan infeksi paru, radang otak, hingga diare berat yang bisa berujung fatal,” katanya.

Untuk mencegah penularan lebih luas, warga yang berstatus suspek juga diminta melakukan isolasi sementara.

“Selama masih dicurigai, sebaiknya melakukan isolasi agar tidak menularkan ke orang lain,” pungkasnya.