banner 468x60
Uncategorized

Dampingi Gubernur Cek Program MBG, Plt Kadisdikbud Kalbar Pastikan Standar Dapur Sekolah Diperketat

×

Dampingi Gubernur Cek Program MBG, Plt Kadisdikbud Kalbar Pastikan Standar Dapur Sekolah Diperketat

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, KETAPANG– Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Kalimantan Barat, Sy Faisal Indahmawan Alkadri, mendampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan melakukan kunjungan kerja ke SMAN 1 Ketapang, 4 Mei 2026.

 

Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau infrastruktur pendidikan sekaligus memastikan kesiapan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para siswa.

 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ria Norsan memberikan apresiasi terhadap kualitas menu yang disajikan dalam program MBG yang dinilai telah memenuhi standar gizi. Namun, Gubernur memberikan catatan keras mengenai aspek keamanan pangan yang bermuara pada standarisasi dapur sekolah.

 

“Apabila dapur tidak memenuhi standar, misalnya tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan akses air bersih, maka harus ditutup. Kami tidak ingin ada lagi kasus keracunan makanan pada siswa,” tegas Ria Norsan saat memberikan keterangan.

 

Menanggapi instruksi Gubernur, Plt Kadisdikbud Kalbar Sy Faisal Indahmawan Alkadri menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pengawasan ketat terhadap fasilitas pendukung MBG di seluruh sekolah di bawah naungan Pemprov Kalbar. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjamin kesehatan siswa.

 

Selain fokus pada program MBG, rombongan juga meninjau kondisi fisik SMAN 1 Ketapang yang dinilai sudah memprihatinkan. Gubernur merencanakan adanya renovasi besar dengan skema perubahan tata letak bangunan menjadi bentuk huruf O agar lebih rapi dan memiliki halaman yang luas.

 

“Kondisi fisik sekolah ini perlu segera direnovasi. Bangunan lama yang menyempal di tengah akan dirobohkan untuk dijadikan halaman. Renovasi besar ini direncanakan masuk dalam anggaran 2027,” tambah Norsan.

 

Pemprov Kalbar berkomitmen bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bicara soal kurikulum, tetapi juga pemenuhan gizi dan kelayakan infrastruktur demi mencetak generasi unggul menuju Kalbar yang lebih maju.