PONTIANAK – Masyarakat diminta waspada terhadap munculnya modus penipuan berkedok donor darah di Kota Pontianak. Pelaku diduga memanfaatkan situasi keluarga pasien yang sedang membutuhkan darah dengan meminta imbalan uang kepada pihak yang mencari pendonor.
Peringatan itu disampaikan Kapolresta Pontianak Endang Tri Purwanto saat menghadiri kegiatan donor darah dalam rangka HUT ke-54 PMI Kota Pontianak, Minggu (24/5/2026).
Menurut Endang, pihaknya menerima informasi adanya orang yang mengaku bersedia mendonorkan darah namun meminta bayaran atau imbalan tertentu kepada keluarga pasien.
“Ada orang yang mau mendonorkan, lalu meminta uang atau diberikan makanan dan sebagainya. Ada yang menyebut Rp50 ribu atau mungkin sejumlah uang yang lain,” ujarnya.
Ia menilai pola tersebut patut diwaspadai karena berpotensi mengarah pada tindak pidana penipuan maupun pemerasan.
“Dari situ kita bisa melihat bahwa ini merupakan salah satu modus yang bisa diduga sebagai kejahatan. Entah pemerasan, entah penipuan, sesuai nanti fakta hukum yang ditemukan,” katanya.
Meski belum ada laporan resmi, kepolisian bersama PMI mulai melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak menjadi korban modus tersebut.
Kapolresta menegaskan donor darah merupakan aksi kemanusiaan yang dilakukan secara sukarela tanpa meminta imbalan apa pun.
“Saya yakin orang yang mendonorkan darah itu tidak meminta imbalan. Karena imbalannya hanya dari Allah SWT atau dari Sang Pencipta. Kita semua bergerak atas nama kemanusiaan,” tegasnya.
Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap pihak yang meminta uang dengan alasan donor darah. Warga diimbau memastikan informasi kebutuhan darah melalui PMI, rumah sakit, atau keluarga pasien secara langsung.
“Jangan sampai ada orang yang membutuhkan justru dijadikan ladang bisnis atau ladang mencari cuan. Abaikan saja orang-orang seperti itu,” pesannya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono juga mengajak masyarakat untuk rutin mendonorkan darah demi membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kota Pontianak yang mencapai 125 hingga 140 kantong per hari.
Ia berharap semakin banyak masyarakat menjadi pendonor aktif sekaligus menjaga semangat kemanusiaan di tengah masyarakat.

















