banner 468x60
Pontianak

Uji Coba Eco Enzym, DLH Pontianak Bidik Parit Bersih dan Bebas Bau

×

Uji Coba Eco Enzym, DLH Pontianak Bidik Parit Bersih dan Bebas Bau

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pontianak mulai menguji penggunaan eco enzym untuk mengurangi bau dan memperbaiki kualitas air di saluran parit perkotaan. Uji coba dilakukan dengan menaburkan cairan hasil fermentasi limbah organik itu ke parit di kawasan Kantor DLH, Jalan Alianyang, Jumat (5/6/2026).

Langkah tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus upaya mencari solusi ramah lingkungan terhadap persoalan pencemaran saluran drainase di Kota Pontianak.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Kota Pontianak, Muchammad Yamin, mengatakan kebersihan lingkungan harus dijaga secara berkelanjutan karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.

“Lingkungan yang bersih bukan hanya untuk kita hari ini, tetapi juga untuk anak cucu kita. Penaburan eco enzym ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” kata Yamin.

Menurut dia, uji coba tersebut akan dievaluasi sebelum diterapkan lebih luas ke saluran-saluran parit lainnya di Kota Pontianak. Jika terbukti efektif, metode ini akan menjadi bagian dari program pengelolaan lingkungan perkotaan yang lebih komprehensif.

Selain uji coba eco enzym, DLH juga menyiapkan sejumlah kegiatan lain seperti penanaman pohon, aksi bersih lingkungan, dan penguatan pengelolaan sampah.

Yamin menambahkan, kualitas lingkungan kota tidak hanya diukur dari kawasan yang terlihat bersih dan tertata, tetapi juga dari pengelolaan fasilitas lingkungan, termasuk tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Kami ingin TPA tidak lagi dipandang sebagai kawasan yang kumuh dan harus dijauhi. Ke depan, TPA diharapkan menjadi area yang produktif, ramah lingkungan, bahkan berfungsi sebagai paru-paru kota,” ujarnya.

Ketua Forum Komunitas Hijau Kota Pontianak, Vivi Norvika, menjelaskan eco enzym merupakan cairan yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran yang dicampur air serta gula atau molase.

Menurut Vivi, pemanfaatan eco enzym di parit dilakukan karena sejumlah saluran drainase di Kota Pontianak mulai mengalami penurunan kualitas air yang ditandai dengan bau tidak sedap dan warna air yang menghitam.

“Berdasarkan berbagai literatur, eco enzym dapat membantu mengurangi bau sekaligus memperbaiki kualitas air. Karena itu kami mencoba menerapkannya di saluran parit sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan,” katanya.

Ia berharap program tersebut tidak hanya berdampak pada kebersihan parit, tetapi juga mendorong masyarakat memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi produk yang berguna bagi lingkungan.

Jika hasil uji coba menunjukkan dampak positif, penaburan eco enzym akan diperluas ke berbagai saluran parit di Kota Pontianak sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.