banner 468x60
Info Ketapang

Bupati Ketapang Buka Pekan Gawai Dayak XII, Tegaskan Budaya Adalah Jati Diri Bangsa

×

Bupati Ketapang Buka Pekan Gawai Dayak XII, Tegaskan Budaya Adalah Jati Diri Bangsa

Sebarkan artikel ini

KETAPANG – Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., secara resmi membuka Pekan Gawai Dayak (PGD) XII Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Ketapang di Kecamatan Simpang Dua, Selasa (16/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa budaya merupakan jati diri bangsa yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus.

Pembukaan PGD XII berlangsung semarak dengan penyambutan adat kepada Bupati beserta rombongan. Berbagai prosesi budaya ditampilkan, mulai dari pertunjukan pencak silat IPSI Simpang Dua, ritual tinjak telur, pancung buluh muda, tarian bedondoi’, prosesi ngalu, parade kontingen DAD kecamatan, pertunjukan barongsai, hingga ritual adat Ngise’ Sansayau dan Nganuata sebagai bentuk doa adat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada panitia, Dewan Adat Dayak, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat Simpang Dua yang telah sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan PGD XII.

Menurutnya, Pekan Gawai Dayak bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum memperkuat persatuan masyarakat adat sekaligus menjaga warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya sendiri. Karena itu, adat, budaya, dan tradisi harus terus dijaga, dilestarikan, serta diwariskan kepada generasi muda,” tegas Bupati.

Bupati juga mengajak masyarakat menjadikan Gawai sebagai sarana memperkuat identitas budaya tanpa meninggalkan nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengingatkan agar pelaksanaan Gawai bebas dari penyalahgunaan narkoba maupun perjudian karena tidak mencerminkan nilai-nilai adat dan tradisi Dayak.

Selain pelestarian budaya, Alexander Wilyo menekankan pentingnya membangun kedaulatan masyarakat adat dalam tiga aspek, yakni budaya, ekonomi, dan politik.

Menurutnya, masyarakat Dayak perlu menjaga identitas budaya, meningkatkan kesejahteraan melalui pemanfaatan potensi daerah, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan agar mampu bersaing dan menjadi pemimpin di daerahnya sendiri.

Bupati juga mengajak seluruh Dewan Adat Dayak serta organisasi kemasyarakatan lintas etnis untuk terus bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam menjaga kerukunan, merawat keberagaman, dan mendorong pembangunan daerah.

Menutup sambutannya, Bupati kembali menegaskan komitmennya sebagai pemimpin bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

“Sebagai Bupati Ketapang, saya adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat Ketapang. Saya akan terus berkomitmen melayani seluruh masyarakat secara adil, mengayomi semua suku dan agama, serta bekerja untuk kemajuan Kabupaten Ketapang,” ujarnya.

Pembukaan resmi Pekan Gawai Dayak XII yang berlangsung pada 16–20 Juni 2026 ditandai dengan pemukulan gong sebanyak tujuh kali oleh Bupati Ketapang.

Usai membuka kegiatan, Bupati melanjutkan agenda dengan melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah adat Kecamatan Simpang Dua yang berlokasi di samping lapangan sepak bola, lokasi penyelenggaraan Pekan Gawai Dayak XII.

Melalui penyelenggaraan PGD XII, diharapkan nilai-nilai adat, budaya, persatuan, dan semangat gotong royong masyarakat Dayak terus terpelihara sebagai bagian penting dalam pembangunan Kabupaten Ketapang yang berlandaskan kearifan lokal.