banner 468x60
Ekonomi

Bank Indonesia Kalbar Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Perlambatan Global

×

Bank Indonesia Kalbar Sebut Stabilitas Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Perlambatan Global

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Barat, Doni, menyampaikan bahwa perekonomian global masih dibayangi berbagai tantangan, mulai dari perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia hingga meningkatnya tekanan inflasi. Di sisi lain, harga sejumlah komoditas global seperti nikel dan batu bara justru mengalami kenaikan, sementara aliran modal ke negara berkembang (emerging markets) cenderung menurun.

Menurut Doni, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dunia menunjukkan tren melambat, termasuk di negara-negara maju. Kondisi tersebut turut memengaruhi dinamika ekonomi global yang masih diwarnai ketidakpastian. “Inflasi global diperkirakan kembali meningkat, terutama dipengaruhi kondisi pasar dan perekonomian di negara-negara maju. Di saat yang sama, arus modal ke emerging markets juga mengalami penurunan sehingga perlu terus diwaspadai,” ujarnya.

Di tengah tantangan tersebut, Doni menegaskan kondisi ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Inflasi nasional tetap terjaga pada level yang terkendali, meski inflasi kelompok volatile food masih berada di kisaran 6 persen atau lebih tinggi dibandingkan rata-rata inflasi nasional. Sejumlah komoditas pangan strategis bahkan mulai mengalami penurunan harga, walaupun di beberapa daerah masih ditemukan kenaikan harga akibat faktor distribusi dan pasokan.

Selain itu, aktivitas ekonomi digital terus menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Doni mengungkapkan transaksi ekonomi digital tumbuh sekitar 28 persen secara tahunan dengan volume mencapai sekitar 5,22 miliar transaksi.
“Perkembangan ekonomi digital menunjukkan tren yang sangat positif dan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia,” katanya Rabu 1 Juli 2026.

Untuk menjaga stabilitas ekonomi, Bank Indonesia telah menaikkan BI-Rate sebanyak dua kali dengan total kenaikan 100 basis poin sehingga kini berada pada level 5,75 persen. Kebijakan tersebut ditempuh sebagai langkah antisipatif untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran yang telah ditetapkan.

Doni menjelaskan, selain kebijakan suku bunga, Bank Indonesia juga menjalankan tujuh langkah penguatan stabilitas ekonomi dan ketahanan eksternal. Langkah tersebut meliputi intervensi di pasar valuta asing, penyesuaian suku bunga kebijakan, peningkatan instrumen sekuritas rupiah, hingga menjaga likuiditas perbankan agar tetap memadai.

“Di saat yang sama, Bank Indonesia juga melaksanakan lima langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, salah satunya melalui peningkatan insentif likuiditas makroprudensial. Dengan bauran kebijakan tersebut, kami optimistis stabilitas ekonomi tetap terjaga sekaligus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutup Doni.
Penulis: MaskartiniEditor: Angah