KAYONG UTARA – Program DIB Mengajar yang digelar PT Dharma Inti Bersama (DIB), pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP), tak sekadar menghadirkan pelatihan bagi guru dan siswa di Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata. Kegiatan ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi para pemateri yang menyaksikan langsung semangat pendidikan di wilayah kepulauan dengan segala keterbatasannya.
Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 3 Kepulauan Karimata pada Jumat (24/7) itu diikuti 40 siswa serta 15 guru dan kepala sekolah dari SD Negeri 02, SD Negeri 07, dan SMP Negeri 3 Kepulauan Karimata.
Dalam program tersebut, Wahyudi, seorang guru, teacher trainer, penulis, dan kreator konten pendidikan, memberikan pelatihan mengenai public speaking dan pendekatan Deep Learning kepada para guru. Sementara itu, Umilia Al-Husna membimbing para siswa melalui kegiatan literasi dan penulisan puisi.
Bagi Wahyudi, perjalanan menuju Desa Pelapis menjadi pengalaman yang membekas. Ia mengaku terkesan dengan dedikasi para guru yang tetap menjalankan tugas di tengah berbagai keterbatasan.
“Datang ke sana membuat saya melihat secara langsung bagaimana potret pendidikan di daerah kepulauan. Yang paling saya kagumi adalah semangat para gurunya. Di tengah keterbatasan fasilitas, akses, bahkan listrik yang belum selalu memadai, mereka tetap hadir setiap hari dengan dedikasi yang luar biasa untuk mendidik anak-anak,” ujarnya.
Ia juga menilai para guru mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang belajar dengan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai media pembelajaran yang kreatif dan bermakna.
Kesan serupa disampaikan Umilia Al-Husna. Menurutnya, niat awal untuk berbagi ilmu justru berubah menjadi pengalaman berharga yang memberinya pelajaran tentang perjuangan dan makna kesempatan.
“Menjadi bagian dalam program DIB Mengajar ke Pulau Pelapis merupakan pengalaman yang begitu berarti dan sulit dilupakan. Saya berangkat dengan niat untuk berbagi ilmu, tetapi justru pulang dengan membawa pelajaran yang jauh lebih besar tentang kehidupan, perjuangan, dan arti sebuah kesempatan,” katanya.
Ia melihat anak-anak di Pulau Pelapis memiliki semangat belajar yang tinggi dan tidak kekurangan mimpi.
“Mereka hanya membutuhkan lebih banyak kesempatan untuk mengenal dunia dan percaya bahwa mereka juga mampu menjadi bagian dari masa depan,” tambahnya.
Kepala SMP Negeri 3 Kepulauan Karimata, Alber Gardioza, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan tidak hanya memperkaya wawasan siswa, tetapi juga memberikan inspirasi baru bagi para guru dalam mengembangkan metode pembelajaran.
“Program DIB Mengajar ini memberikan warna baru bagi kegiatan pembelajaran di sekolah kami. Materi yang disampaikan tidak hanya relevan, tetapi juga dikemas dengan metode yang kreatif sehingga sangat bermanfaat,” ujarnya.
Sementara itu, External Relations Manager KIPP, Sugeng Sulistiyo, menegaskan DIB Mengajar merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah operasional.
“KIPP percaya bahwa generasi muda adalah investasi paling berharga bagi masa depan Kayong Utara. Melalui DIB Mengajar, kami ingin menghadirkan kesempatan belajar yang lebih luas, memperkuat kapasitas para guru, serta membuka wawasan siswa agar semakin percaya diri dalam meraih cita-cita,” kata Sugeng.
Melalui program ini, KIPP terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah dan praktisi pendidikan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan serta pengembangan generasi muda di wilayah kepulauan Kabupaten Kayong Utara.

















