Aksaraloka.com, PONTIANAK – Ditengah pemadaman listrik yang telah berlangsung selama beberapa hari di berbagai wilayah Kalimantan Barat dan memicu keluhan masyarakat, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat belum bersedia memberikan penjelasan secara langsung kepada media.
Perusahaan menyatakan seluruh personel masih difokuskan untuk menangani pemulihan sistem kelistrikan sehingga permintaan wawancara belum dapat dipenuhi.
Manager Komunikasi PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan prioritas perusahaan saat ini adalah mengembalikan pasokan listrik agar kembali normal.
“Saat ini kami sedang fokus menangani penormalan dampak pemadaman,” kata Mukhlis melalui pesan WhatsApp, Senin (6/7/2026).
Saat dimintai penjelasan lebih rinci mengenai penyebab gangguan, perkembangan perbaikan, hingga kepastian kapan pasokan listrik kembali normal, Mukhlis menyampaikan bahwa wawancara belum dapat dilakukan.
“Untuk wawancara mohon maaf belum bisa dilakukan. Harap dimengerti dan dimaklumi,” ujarnya.
Belum adanya penjelasan langsung dari PLN membuat informasi mengenai penyebab gangguan justru disampaikan oleh Ketua Fraksi PAN DPRD Kalimantan Barat, Zulfydar, yang mengaku memperoleh keterangan dari pihak PLN melalui komunikasi WhatsApp.
Menurut Zulfydar, PLN menjelaskan bahwa pemadaman dipicu oleh kebocoran boiler di PLTU Bengkayang.
“Dari informasi yang saya terima langsung melalui WhatsApp dari pihak yang bersangkutan, sumber masalah pemadaman listrik disebabkan oleh kebocoran pada boiler di PLTU Bengkayang,” ujarnya.
Ia juga mengaku telah menanyakan estimasi waktu perbaikan. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, proses pemulihan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu.
“Dengan informasi itu, saya menyimpulkan sementara bahwa pasokan listrik akan kembali normal dalam waktu satu minggu,” katanya.
Zulfydar mengatakan dirinya turut meminta penjelasan mengenai kondisi pasokan listrik dari pembangkit lain, termasuk suplai listrik dari Sarawak.
Menurut informasi yang diterimanya, tidak terdapat kendala pada sumber pasokan lain sehingga gangguan disebut hanya berasal dari kebocoran boiler di PLTU Bengkayang.
“Dijelaskan bahwa tidak ada masalah dengan kemampuan pasokan listrik di tempat lain maupun suplai dari Sarawak. Artinya, sumber persoalan yang teridentifikasi saat ini murni berasal dari kebocoran boiler di PLTU Bengkayang,” tuturnya.
Ia berharap target perbaikan dapat dipercepat mengingat pemadaman yang terjadi telah berlangsung berhari-hari dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat serta dunia usaha.
“Sudah beberapa hari kondisi ini terjadi. Mudah-mudahan tidak ada lagi kendala sehingga perbaikannya bisa segera selesai karena masyarakat tentu dirugikan akibat pemadaman ini,” ucapnya.
Hingga berita ini ditulis, PLN UID Kalimantan Barat belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai perkembangan teknis penanganan gangguan maupun kepastian jadwal normalisasi pasokan listrik selain menyatakan seluruh tim masih berfokus pada proses pemulihan.











