banner 468x60
Pontianak

Asap Kiriman Mulai Selimuti Pontianak, Edi Kamtono: Kualitas Udara Malam Kurang Sehat

×

Asap Kiriman Mulai Selimuti Pontianak, Edi Kamtono: Kualitas Udara Malam Kurang Sehat

Sebarkan artikel ini

Aksaraloka.com, PONTIANAK – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut kualitas udara di Kota Pontianak mulai menurun akibat asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Meski demikian, titik kebakaran di wilayah Kota Pontianak saat ini telah berhasil dikendalikan.

Edi mengatakan, pada Sabtu (25/7/2026) malam dirinya turun langsung melakukan pengecekan kondisi karhutla.

Hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara pada malam hari mulai berada pada kondisi yang kurang sehat karena adanya asap yang masuk ke Kota Pontianak.

“Kualitas udara di Pontianak pada malam hari memang agak rentan. Tekanan udara rendah sehingga asap mulai masuk ke Kota Pontianak. Asap yang kita rasakan ini merupakan asap kiriman,” kata Edi, Minggu (26/7/2026).

Menurut Edi, untuk titik kebakaran di wilayah Kota Pontianak hanya ditemukan sekitar satu hektare lahan yang terbakar.

Kebakaran tersebut telah berhasil dipadamkan pada Minggu pagi sehingga tidak lagi menimbulkan ancaman.

“Di Kota Pontianak hanya ditemukan sekitar satu hektare lahan yang terbakar dan sudah berhasil dipadamkan pagi ini,” ujarnya.

Meski kondisi di dalam kota relatif terkendali, Edi menegaskan pemerintah tidak akan lengah.

Pemantauan cuaca, kualitas udara, serta potensi munculnya titik api akan dilakukan setiap hari.

“Kita akan terus melakukan antisipasi dengan memonitor kondisi cuaca dan perkembangan karhutla setiap hari. Langkah pencegahan dan penanganan juga terus dilakukan dengan menggerakkan BPBD serta bersinergi dengan seluruh pihak terkait,” katanya.

Edi juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan mencegah terjadinya karhutla.

Ia meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kepulan asap kepada aparat maupun BPBD.

Selain itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi udara memburuk, menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah, serta memperbanyak konsumsi air putih untuk mengurangi dampak paparan asap terhadap kesehatan.

Menurut Edi, upaya pencegahan hanya akan berhasil apabila pemerintah dan masyarakat bersama-sama menjaga agar kebakaran tidak semakin meluas, terutama di tengah musim kemarau.