LANDAK – Bupati Landak sekaligus Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa, secara resmi membuka turnamen sepak bola Deras Cup 3 di Lapangan Sepak Bola Dusun Toho Raba, Desa Rasan, Kabupaten Landak, Sabtu (25/7/2026).
Turnamen ini digelar dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi wadah silaturahmi masyarakat desa setempat.
Selain itu, Karolin menyoroti tantangan perekonomian global yang saat ini berdampak langsung pada kebijakan efisiensi anggaran di tingkat pemerintah daerah.
“Situasi dunia hari ini tidak baik-baik saja. Banyak perang yang berkepanjangan dan belum selesai. Pada akhirnya mempengaruhi banyak hal, termasuk aspek kehidupan kita di sini. Oleh karena itu, situasi ini tentu akan mempengaruhi situasi pemerintahan, maka pemerintah diminta untuk berhemat,” ujar Karolin di hadapan warga yang memadati lapangan, Sabtu sore.
Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, Karolin membawa kabar baik bagi warga Desa Rasan terkait perbaikan infrastruktur jalan dan tanjakan yang selama ini kerap menjadi titik rawan kecelakaan.
“Namun demikian, Rasan dan sekitarnya masih bersyukur bahwa melalui usaha kita bersama, hari ini dari APBN bisa membantu kita sehingga tanjakan Bapak dan Ibu yang selalu menjadi persoalan, selalu menjadi sumber masalah, kecelakaan, dan sebagainya akan diupayakan untuk bisa kita selesaikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Karolin juga memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh masyarakat Desa Rasan yang tetap bersemangat menyelenggarakan hiburan berkelas meski dengan dana swadaya yang terbatas.
“Untuk masyarakat, kegiatan 17 Agustus dimeriahkan dengan kegiatan bola itu mewah. Tidak semua kampung mampu loh, biayanya mahal. Jadi kalau 17-an ada bola di kampung kita, bangga. Ini rekreasi bagi masyarakat dan penyaluran bakat anak muda,” kata Karolin.
Ia pun berpesan agar turnamen berjalan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan bebas dari keributan antarkampung.
Di kesempatan yang sama, Kepala Desa Rasan, Susanto, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kehadiran Bupati Landak. Menurutnya, perhelatan turnamen ini merupakan momentum strategis untuk mengangkat nama dan potensi desa.
“Kami ingin mengenalkan desa ini kepada pihak luar, kepada Pemkab Landak umumnya, kepada semua lapisan masyarakat di seluruh Kabupaten Landak, karena kami tahu bahwa Rasan ini tidak begitu banyak yang tahu,” jelas Susanto.
Selain sebagai ajang promosi desa, Susanto berharap turnamen ini mampu mencetak bibit-bibit pesepak bola andal di masa depan.
“Ini kami lakukan adalah sekali lagi untuk menjalin suatu persatuan, kerja sama yang baik, melatih mental, bahkan menggali bibit-bibit generasi cerdas agar ke depannya menjadi generasi yang bisa menjalankan profesi sebagai olahragawan yang diandalkan,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Deras Cup 3, Ucok, melaporkan tingginya antusiasme peserta yang mengikuti kompetisi ini, diiringi dengan laporan transparansi pendanaan turnamen yang digelar secara gotong royong.
“Jumlah tim atau peserta yang berlaga di Turnamen Dares Cup 3 ini berjumlah 22 tim. Dana yang dibutuhkan dalam kegiatan ini berjumlah Rp 55.000.000, pemasukan panitia berjumlah Rp 5.000.000, sehingga total kekurangan anggaran berjumlah Rp 50.000.000,” beber Ucok.
Kendati panitia harus memutar otak menutupi kekurangan dana, Ucok memastikan kesiapan panitia serta menegaskan aturan main demi kelancaran turnamen.
“Saya mengingatkan kepada seluruh tim yang bertanding agar selalu menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan. Kepada para wasit dan perangkat pertandingan, kami percaya bahwa Anda semua akan menjalankan tugas dengan seadil-adilnya,” pungkasnya.

















