banner 468x60
INFO PEMPROV KALBAR

Wagub Krisantus: YPBM Harus Jadi Rumah Bersama

×

Wagub Krisantus: YPBM Harus Jadi Rumah Bersama

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan meminta Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu (YPBM) tidak berhenti sebagai wadah silaturahmi. YPBM harus menjadi rumah bersama untuk merawat budaya, memperkuat persaudaraan, dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Pesan itu disampaikan Krisantus saat melantik Pengurus Pusat YPBM se-Kalimantan Barat di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Minggu (9/8/2026).

Menurut Krisantus, YPBM memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat Kalimantan Barat yang terdiri atas beragam suku dan budaya. Ia berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan di 14 kabupaten/kota.

“Selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik. Jalankan amanah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi organisasi Yayasan Persaudaraan Bugis Melayu,” kata Krisantus.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga budaya di tengah derasnya globalisasi dan perkembangan teknologi digital. Bagi Krisantus, budaya bukan sekadar simbol atau atribut adat, melainkan nilai yang membentuk karakter dan cara seseorang memperlakukan orang lain.

“Budaya bukan sekadar pakaian, tarian, makanan, bahasa atau upacara adat. Budaya adalah nilai, karakter dan cara kita memperlakukan sesama,” ujarnya.

Karena itu, nilai gotong royong, saling menghormati, menghargai orang tua, menjaga persaudaraan dan membantu sesama harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Krisantus ingin generasi muda Kalimantan Barat mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.

“Mari kita lahirkan generasi yang terbuka terhadap kemajuan, menguasai teknologi dan mampu bersaing, namun tetap memiliki jati diri dan kuat dalam akar budayanya,” katanya.

Ia menilai keberagaman suku di Kalimantan Barat merupakan kekuatan yang harus dirawat. Perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, tetapi menjadi energi untuk membangun daerah bersama.

“Kalimantan Barat ini ada 24 suku yang sudah tercatat, yang sudah hidup turun-temurun. Saya pun tidak tahu kapan datangnya. Bahkan saudara-saudaraku suku Bugis juga tidak tahu secara persis kapan datang ke Kalimantan Barat,” tuturnya.

Menurut dia, masyarakat Bugis yang telah menetap dan berkembang di Kalimantan Barat merupakan bagian dari identitas daerah.

“Bugis yang ada di Kalimantan Barat adalah Bugis Kalimantan Barat, bukan Bugis di Pulau Sulawesi,” tegasnya.

Krisantus juga menegaskan pemerintah berkewajiban memastikan seluruh masyarakat, tanpa membedakan suku, agama maupun budaya, dapat hidup aman dan saling menghormati.

“Suku apa pun, agama apa pun, budaya apa pun. Jangankan disakiti, dicubit pun tidak boleh. Ini yang harus saya jaga,” katanya.

Ia mengajak keluarga besar YPBM menjadikan persaudaraan Bugis dan Melayu sebagai kekuatan untuk berkontribusi dalam pembangunan Kalimantan Barat.

“Jadikan semangat persaudaraan Bugis dan Melayu sebagai energi positif untuk membangun daerah bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.