banner 468x60
Sambas

Anak 8 Tahun Diduga Tenggelam di Kolam Renang Dian Kusuma, Polisi Ungkap Kronologi

×

Anak 8 Tahun Diduga Tenggelam di Kolam Renang Dian Kusuma, Polisi Ungkap Kronologi

Sebarkan artikel ini

AKSARALOKA.COM, SAMBAS – Seorang anak berinisial JG (8) meninggal dunia setelah diduga tenggelam di Kolam Renang Dian Kusuma, Dusun Sempadung, Desa Segedong, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Minggu (9/8/2026).

Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena berdasarkan informasi yang disampaikan pihak kepolisian, kejadian anak tenggelam di kolam renang tersebut disebut telah terjadi untuk kedua kalinya.

Kapolres Sambas melalui Kasat Reskrim Polres Sambas, AKP Suwandi, membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, telah terjadi peristiwa seorang anak diduga tenggelam di Kolam Renang Dian Kusuma pada Minggu, 9 Agustus 2026,” ujar AKP Suwandi.

Hilang dari Pantauan

AKP Suwandi menjelaskan, korban datang ke lokasi bersama sejumlah anggota keluarganya dan tiba sekitar pukul 16.40 WIB.

Setelah mengganti pakaian dan membeli tiket masuk, korban bersama dua anak lainnya diarahkan untuk berenang di kolam anak.

Namun, sekitar 10 menit kemudian, korban tidak lagi terlihat.

Penjaga kolam berinisial M kemudian melihat sesuatu yang menyerupai pakaian berada di dalam kolam dewasa. Setelah didekati, penjaga melihat korban dalam posisi telungkup dan tidak bergerak.

Penjaga kemudian langsung terjun ke kolam untuk mengevakuasi korban dan dibantu penjaga lainnya.

Korban selanjutnya diangkat dari dalam kolam dan dibawa ke belakang loket tiket. Sejumlah pengunjung kemudian berusaha memberikan pertolongan.

“Korban saat itu sudah tidak sadarkan diri atau tidak memberikan respons. Dari mulut korban juga terlihat keluar air dan olahan makanan,” jelas AKP Suwandi.

Dibawa ke Fasilitas Kesehatan

Korban kemudian dibawa menuju Puskesmas Semparuk. Namun, karena puskesmas dalam keadaan tutup, korban selanjutnya dibawa kepada seorang mantri.

Korban kemudian disarankan segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Setelah menjalani pemeriksaan dan tindakan medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.

Berdasarkan pemeriksaan luar oleh tim RSUD Pemangkat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Hasil pemeriksaan juga menunjukkan tidak terdapat denyut jantung, nadi maupun napas. Sementara pemeriksaan EKG menunjukkan asistol atau henti jantung total.

Korban Ditemukan di Kolam Sedalam 1,4 Meter

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan terdapat empat kolam renang di lokasi tersebut.

Korban ditemukan di salah satu kolam dengan kedalaman sekitar 140 sentimeter.

Polisi juga menemukan kamera CCTV di lokasi. Namun, kamera tersebut tidak dapat merekam momen kejadian karena mengalami gangguan sinyal.

Berdasarkan penyelidikan sementara, polisi menduga korban meninggal dunia akibat tenggelam.

Dugaan tersebut didasarkan pada kondisi korban yang ditemukan di dalam kolam dengan kedalaman sekitar 140 sentimeter dan dugaan bahwa korban tidak dapat berenang.

Polisi Lakukan Penyelidikan

AKP Suwandi mengatakan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah dalam penanganan kasus tersebut.

“Untuk penanganan kasus ini, kami telah melakukan olah TKP, memasang garis polisi, memeriksa saksi-saksi, meminta hasil visum et repertum, mengamankan pakaian korban, serta membuat surat pernyataan dan berita acara penolakan autopsi dari pihak keluarga,” pungkas AKP Suwandi.

Polisi masih melakukan penanganan terhadap kasus tersebut untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Peristiwa ini sekaligus menjadi perhatian terhadap pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat berada di area kolam renang, terlebih pada lokasi yang memiliki perbedaan kedalaman kolam.