AKSARALOKA.COM, SAMBAS — Niat menyeberangi Sungai Sambas Besar dengan berenang berakhir tragis. Seorang pemuda berusia 23 tahun dilaporkan hanyut dan tenggelam setelah terseret arus deras di kawasan Dermaga Tradisional Pasar Sejangkung, Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, Selasa (18/8/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Alvin (23), warga Dusun Sekampung Sabing, Desa Sabing, Kecamatan Teluk Keramat. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Hingga Selasa siang, korban belum ditemukan dan Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Sambas Besar.
Komandan Pos SAR Sintete, Zulhijah, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 08.25 WIB dari Kasat Polairud Polres Sambas.
Berdasarkan informasi yang diterima, korban sebelumnya berada di steher atau dermaga penyeberangan tradisional Sejangkung. Korban kemudian mencoba menyeberangi sungai dengan cara berenang.
Namun, saat berada di tengah sungai, korban diduga kesulitan menghadapi derasnya arus. Korban kemudian terseret arus hingga tenggelam dan hilang dari pandangan.
“Awalnya kami menerima informasi ada satu orang terjun dari steher atau dermaga penyeberangan tradisional Sejangkung, hendak menyeberang sungai dengan cara berenang. Namun saat di tengah sungai korban terseret arus dan tenggelam,” ujar Zulhijah, Selasa (18/8/2026).
Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pencarian. Sejumlah pihak turut membantu menyisir kawasan sungai, namun korban belum berhasil ditemukan.
Tim SAR Gabungan kemudian dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian. Setibanya di lokasi, petugas melakukan pengecekan dan mengumpulkan informasi terkait identitas serta kronologi kejadian.
Zulhijah menjelaskan, derasnya arus sungai diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban terseret. Kondisi air yang sedang pasang membuat arus sungai semakin kuat sehingga korban diduga tidak mampu berenang menuju tepian.
“Korban diperkirakan tidak mampu melawan arus sungai yang saat itu deras karena kondisi air pasang. Sehingga korban terseret dan tidak mampu berenang ke tepi sungai hingga korban tenggelam,” jelasnya.
Dalam operasi pencarian, satu tim Rescue Pos SAR Sintete diterjunkan dengan menggunakan Rescue Car dan satu unit Rubber Boat. Petugas turut membawa berbagai peralatan pendukung, mulai dari peralatan evakuasi, medis, navigasi dan komunikasi hingga peralatan selam.
Tim SAR Gabungan selanjutnya melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan sepanjang aliran sungai. Operasi pencarian melibatkan Kasat Polairud Polres Sambas, Koramil Sejangkung, Polsek Sejangkung, Potensi SAR Kabupaten Sambas, keluarga korban serta masyarakat setempat.
Hingga Selasa, 18 Agustus 2026, Alvin masih belum ditemukan. Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian dengan menyisir permukaan sungai dan sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban terbawa arus.
Petugas juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sungai, terutama ketika kondisi air sedang pasang dan arus cukup deras.











