Aksaraloka com, MELAWI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sekitar kawasan Bandara Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.
Meski sebelumnya sempat dipadamkan, kepulan asap masih terlihat di lokasi hingga Jumat (28/8/2026).
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sejak Minggu. Setelah sempat berhasil dipadamkan, titik api kembali muncul sekitar dua hari kemudian.
Kondisi lahan yang kering diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan bara api yang masih tersisa kembali menyala.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran belum diketahui. Namun, kondisi kemarau dan keringnya vegetasi membuat kawasan tersebut rentan terhadap kebakaran.
Aktivitas pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan juga perlu diwaspadai karena berpotensi memicu kebakaran, terutama dalam kondisi cuaca kering.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Nanga Pinoh, Budi Sarwanto, mengatakan kebakaran yang berada tidak jauh dari kawasan bandara menjadi perhatian.
Keberadaan asap berpotensi mengurangi jarak pandang dan dapat berdampak terhadap operasional penerbangan apabila konsentrasi asap semakin meningkat.
Selain berpotensi mengganggu jarak pandang, kondisi tersebut juga perlu diantisipasi dari sisi keselamatan penerbangan.
Pemantauan terhadap perkembangan asap dan titik api menjadi penting untuk memastikan kondisi di sekitar kawasan bandara tetap aman.
Hingga Jumat (28/8/2026), belum ada informasi resmi mengenai adanya penundaan maupun pembatalan penerbangan yang disebabkan oleh kondisi asap dari karhutla tersebut.

Penanganan dan pemantauan di lapangan masih diperlukan untuk memastikan titik api benar-benar padam dan tidak kembali muncul.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan, khususnya di tengah kondisi kemarau yang membuat lahan lebih mudah terbakar dan api berpotensi cepat meluas.











