banner 468x60
Pontianak

Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Naik Level, 17 Negara Siap Bertarung

×

Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 Naik Level, 17 Negara Siap Bertarung

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK — Belum usai gaung Polytron Pontianak International Challenge 2026, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, kembali bersiap menjadi tuan rumah turnamen bulu tangkis internasional dengan level lebih tinggi.

Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 akan digelar di GOR Terpadu Ahmad Yani pada 1-6 September 2026. Turnamen tersebut merupakan bagian dari rangkaian BWF World Tour Super 100.

Jika International Challenge menjadi pembuka rangkaian kompetisi internasional di Pontianak, Indonesia Masters 2026 menghadirkan persaingan dengan level yang lebih tinggi. Para pemain tidak hanya memburu gelar dan hadiah, tetapi juga poin peringkat BWF untuk memperbaiki posisi di ranking dunia.

Total hadiah yang diperebutkan mencapai 120.000 dollar AS. Besarnya hadiah dan poin ranking membuat persaingan diperkirakan berlangsung ketat sejak babak awal hingga final.

Ketua Panitia Pelaksana Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026, Yuni Kartika, mengatakan peningkatan level turnamen menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi Pontianak sebagai tuan rumah.

“Setelah International Challenge, sekarang Pontianak langsung naik level dengan hadirnya Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 yang merupakan rangkaian BWF World Tour Super 100. Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai penyelenggara, tetapi sekaligus kebanggaan karena masyarakat Pontianak dapat kembali menyaksikan pertandingan dengan persaingan yang lebih ketat,” ujar Yuni.

Menurut Yuni, antusiasme masyarakat pada International Challenge menjadi modal untuk kembali menghadirkan atmosfer pertandingan yang meriah.

“Kami berharap atmosfer tersebut kembali hadir, bahkan lebih meriah di Indonesia Masters. Dengan harga tiket yang tetap terjangkau, kami ingin semakin banyak badminton lovers yang datang ke GOR Terpadu A Yani dan ikut merasakan langsung atmosfer pertandingan internasional,” katanya.

Diikuti 17 Negara

Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Barat Joko Sularso menyambut positif penyelenggaraan Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.

Menurut dia, penyelenggaraan dua turnamen internasional secara berurutan menjadi momentum penting bagi perkembangan bulu tangkis di Kalimantan Barat.

“Ini momentum yang sangat baik untuk bulu tangkis di Kalimantan Barat. Dalam waktu yang berdekatan, Pontianak dipercaya menggelar dua turnamen internasional dan sekarang meningkat ke level BWF World Tour Super 100,” ujar Joko.

Dia menilai penyelenggaraan tersebut menunjukkan Pontianak memiliki potensi dan kapasitas sebagai salah satu kota penyelenggara ajang bulu tangkis internasional.

Joko berharap kehadiran para pemain nasional dan internasional juga memberikan dampak terhadap pembinaan atlet muda Kalimantan Barat. Para atlet muda dapat menyaksikan langsung pertandingan di level internasional sekaligus memperoleh motivasi untuk berkembang.

Skala kompetisi tercermin dari keikutsertaan 17 negara dengan total 356 atlet. Selain Indonesia sebagai tuan rumah, peserta berasal dari China, Hong Kong, Perancis, India, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Portugal, Singapura, Thailand, Chinese Taipei, Amerika Serikat, Jerman, Vietnam, Kanada, dan Finlandia.

Indonesia menjadi negara dengan jumlah peserta terbanyak, yakni 107 atlet. Berikutnya Chinese Taipei 79 atlet, India 34 atlet, China 29 atlet, dan Thailand 22 atlet.

Ginting hingga Apriyani

Sejumlah pemain Indonesia juga akan tampil di hadapan publik Pontianak.

Di sektor tunggal putra, Indonesia menurunkan Anthony Sinisuka Ginting, Prahdiska Bagas M Shujiwo, Muhamad Yusuf, Richie Duta Richardo, Bismo Raya Oktora, Dendi Triansyah, dan Christian Adinata.

Di sektor tunggal putri terdapat Thalita Ramadhani Wiryawan, Mutiara Ayu Puspitasari, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Chiara Marvella Handoyo, dan Dalila Aghnia Puteri.

Sektor ganda putra juga diramaikan sejumlah pasangan Indonesia, antara lain Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino, Dexter Farrell/Anselmus Breagit Fredy Prasetya, Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo, Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio, serta Aquino Evano Keneddy Tangka/Ikhsan Lintang Pramudya.

Di ganda putri, Indonesia diperkuat Salsabila Zahra Aulia/Sheila Lidia dan Lanny Tria Mayasari/Ester Nurumi Tri Wardoyo.

Adapun sektor ganda campuran menghadirkan Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti, Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran, M Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa, Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindiya Wardana, serta Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu.

Indonesia sebelumnya keluar sebagai juara umum Polytron Pontianak International Challenge 2026 dengan meraih tiga gelar.

Tiga gelar tersebut dipersembahkan Richie Duta Richardo di tunggal putra, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu di ganda campuran, serta Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo di ganda putra.

Khusus ganda putra, Indonesia bahkan menempatkan empat wakil di semifinal sehingga tercipta all Indonesian semifinals. Pulung Ramadhan/Wahyu Agung Prasetyo kemudian keluar sebagai juara.

Hasil tersebut menjadi modal bagi para pemain Indonesia untuk menghadapi persaingan pada turnamen yang levelnya lebih tinggi.

Tiket Rp 20.000

Persaingan tidak hanya datang dari pemain Indonesia. Sejumlah pemain dari negara lain juga menjadi ancaman bagi tuan rumah.

Di tunggal putra, Prannoy HS dari India menjadi salah satu pemain yang patut diperhitungkan. Sementara itu, Chinese Taipei menurunkan Wang Po Wei.

Di tunggal putri, tiga wakil India berada di jajaran unggulan teratas, yakni Ashmita Chaliha, Rakshitha Sree Santosh Ramraj, dan Anmol Kharb.

Sektor ganda juga diperkirakan berlangsung ketat. Pasangan Hong Kong Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai menjadi unggulan pertama ganda putra, disusul Chia Yen Lin/Lin Yong Sheng dari Chinese Taipei.

Di ganda putri, pasangan Thailand Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan serta Phaiarin Aiamvareesrisakul menjadi lawan yang patut diwaspadai.

Sementara di ganda campuran, pasangan Thailand Supak Jomkoh/Ornnicha Jongsathapornparn dan wakil Chinese Taipei Ming Che Lu/Chou Yun An turut bersaing memperebutkan gelar.

Meski memiliki level kompetisi lebih tinggi sebagai bagian dari BWF World Tour Super 100, harga tiket Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 tetap dipatok Rp20.000.

Harga tersebut sama dengan tiket Polytron Pontianak International Challenge 2026. Dengan demikian, masyarakat dapat menyaksikan pertandingan dengan level kompetisi lebih tinggi, hadiah lebih besar, dan perebutan poin ranking BWF tanpa harus membayar lebih mahal.

Setiap pembelian tiket juga mendapatkan voucher makanan dan minuman senilai Rp10.000.

Tiket dapat dibeli secara daring melalui tiket.com maupun di ticket box yang tersedia di GOR Terpadu Ahmad Yani.

Public Relation Manager Polytron Kenny Meigar mengatakan dukungan terhadap turnamen tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendekatkan bulu tangkis internasional kepada masyarakat.

“Bagi Polytron, mendukung turnamen ini bukan sekadar menjadi bagian dari sebuah ajang olahraga, tetapi juga merupakan bentuk komitmen kami untuk membawa atmosfer dan pertandingan bulu tangkis internasional lebih dekat kepada masyarakat,” ujar Kenny.

Kenny berharap masyarakat Pontianak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyaksikan pertandingan secara langsung sekaligus memberikan dukungan kepada atlet Indonesia.

Bagi masyarakat yang tidak dapat hadir langsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, pertandingan semifinal pada Sabtu (5/9/2026) dan final pada Minggu (6/9/2026) dapat disaksikan melalui siaran langsung iNews TV mulai pukul 13.00 WIB.