banner 468x60
Pontianak

Air Baku Asin, Pemkot Pontianak Prioritaskan Pasokan untuk Rumah Sakit

×

Air Baku Asin, Pemkot Pontianak Prioritaskan Pasokan untuk Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak memprioritaskan pasokan air hasil pengolahan reverse osmosis (RO) untuk rumah sakit yang melayani pasien cuci darah di tengah meningkatnya kadar garam air baku.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, teknologi RO milik Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa mampu menurunkan kadar garam air secara signifikan.

Dari kadar garam awal 1.129 miligram per liter, air yang telah melalui proses RO dapat ditekan menjadi 29 miligram per liter. Angka tersebut berada jauh di bawah ambang batas 250 miligram per liter.

“Sampai saat ini, dengan teknologi yang dimiliki PDAM, kapasitas RO kita bisa menurunkan kadar garam dari 1.129 menjadi 29 miligram per liter. Ambang batasnya di 250 miligram per liter,” ujar Edi usai meninjau booster di Kantor Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Rabu (2/9/2026).

Menurut Edi, air hasil pengolahan tersebut sudah memenuhi kualitas untuk dikonsumsi. Namun, kapasitas produksinya masih terbatas, sehingga pemanfaatannya diprioritaskan untuk kebutuhan yang dinilai paling mendesak.

“Fokus kita adalah bagaimana output dari teknologi ini dikonsentrasikan untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit-rumah sakit yang melayani proses cuci darah di Kota Pontianak,” katanya.

Ia mengatakan, layanan cuci darah membutuhkan pasokan air yang stabil dengan kualitas tertentu. Karena itu, keberadaan instalasi RO menjadi salah satu penopang untuk menjaga layanan kesehatan tetap berjalan ketika kualitas air baku terganggu akibat tingginya kadar garam.

Pasokan Air Warga Tetap Berjalan

Di sisi lain, kebutuhan air masyarakat tetap menjadi perhatian Pemkot Pontianak. Pemerintah bersama Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa masih mencari tambahan sumber air tawar untuk mengatasi kondisi air baku yang belum kembali normal.

Salah satu opsi yang diupayakan adalah mengambil air dari Waduk Penepat. Namun, rencana tersebut masih menghadapi kendala teknis di kawasan Kuala Mandor.

Edi memastikan distribusi air PDAM untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan kakus tetap dilakukan.

Pemkot juga mengoptimalkan sejumlah sumber air tawar, membuka titik layanan air, mengerahkan mobil tangki, serta memanfaatkan teknologi pengolahan air yang tersedia.

“Kita terus upayakan agar tambahan pasokan air tawar bisa terpenuhi secara kontinu dalam situasi seperti sekarang,” ujarnya.