banner 468x60
Hiburan

Ginting Tersingkir di Pontianak, Kalah dari Pemain Peringkat 98 Dunia

×

Ginting Tersingkir di Pontianak, Kalah dari Pemain Peringkat 98 Dunia

Sebarkan artikel ini

PONTIANAK – Anthony Sinisuka Ginting harus mengakhiri langkahnya lebih cepat di Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Tunggal putra Indonesia itu tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah dari wakil Chinese Taipei, Cheng Ju-Sheng.

Bermain di GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak, Rabu (2/9/2026), Ginting tak mampu mengatasi permainan Cheng. Ia kalah dua gim langsung dengan skor 15-21, 17-21.

Kekalahan tersebut menjadi hasil yang cukup mengejutkan. Ginting datang dengan peringkat 47 dunia, sementara Cheng berada di posisi 98 dunia.

Sejak gim pertama, Ginting sudah berada dalam tekanan. Ia tertinggal 1-7 dan baru mampu memperkecil jarak menjadi 5-9.

Cheng tetap mampu menjaga keunggulan hingga pertengahan gim. Ginting kembali tertinggal 7-11, kemudian 12-16 dan 13-19.

Ginting berusaha mengejar pada poin-poin akhir, tetapi Cheng tidak memberikan banyak ruang. Gim pertama akhirnya menjadi milik Cheng dengan skor 21-15.

Memasuki gim kedua, Ginting kembali menghadapi situasi serupa. Ia tertinggal 1-7 dan harus mengejar sejak awal.

Perlahan, permainan Ginting membaik. Dari posisi 7-11, ia mampu menyamakan kedudukan menjadi 13-13.

Namun, momentum itu tidak bertahan lama. Cheng kembali menemukan celah dan menjauh hingga 14-19.

Ginting pun tak mampu membendung laju lawannya. Cheng menutup pertandingan dengan kemenangan 21-17 sekaligus memastikan tiket ke babak berikutnya.

Seusai pertandingan, Ginting mengakui Cheng tampil cukup baik. Ia juga menilai sejumlah kesalahan sendiri membuat permainannya tidak berkembang seperti yang diharapkan.

“Hari pertama musuh memainkan cukup baik. Sebaliknya saya banyak melakukan kesalahan sendiri, kurang bisa menemukan ritme dan strategi yang tepat,” ujar Ginting.

Ginting sebenarnya sudah menyiapkan gambaran permainan sebelum pertandingan. Namun, strategi tersebut tidak berjalan konsisten ketika diterapkan di lapangan.

“Semalam ada gambaran hari ini mau main apa. Cuma tadi begitu di lapangan dari awal sampai akhir, sempat ketemu caranya, cuma hilang lagi,” katanya.

Selain persoalan permainan, Ginting juga merasakan kondisi kabut asap yang menyelimuti Pontianak saat pertandingan berlangsung. Meski demikian, ia menyebut tidak ada faktor lain yang mengganggu penampilannya.

“Nggak ada sih, paling cuma itu doang asap ya, cukup berasa juga hari ini di lapangan,” ungkapnya.

Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026 juga menjadi penampilan pertama Ginting di turnamen berlevel Super 100. Sebelumnya, sejumlah pemain telah lebih dulu merasakan atmosfer pertandingan di Polytron Pontianak International Challenge 2026 yang digelar sepekan sebelumnya.

“Saya baru main di Super 100 ini, kalau yang lain sudah banyak di Challenge kemarin. Jadi memang sisanya tidak ada, semua aman kayak biasanya,” jelasnya.

Kekalahan ini membuat Ginting terhenti di babak 32 besar. Sebaliknya, Cheng Ju-Sheng melaju ke babak berikutnya setelah menyingkirkan salah satu tunggal putra berpengalaman Indonesia tersebut.

Tersingkirnya Ginting menjadi salah satu kejutan pada babak 32 besar Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026. Turnamen Super 100 tersebut berlangsung hingga 6 September 2026 dan diikuti para pebulu tangkis dari berbagai negara untuk memperebutkan gelar juara, hadiah, serta poin peringkat BWF.